tks bang gondrong
ku pilin rambut basah hingga air tetes menempa bumi
lepas bebrapa helai terbawa aliran hilir ke lubang hitam sudut
cerca kain tebal menggilas tumpukan hitam mereka
sesekali terputar kusut nun artistik, lucu..
akhirnya kurebahkan tengkuk, ia menjuntai bebas
parasnya hawa nampak temaram sayu
kali ini kupiting bolak - balik
mereka lemah sekarang, aku menang
akhirnya keluar dari ruang petak, bebas
angin menyambut girang menyelinap disela rongga terasa
semakin asik mengucek kadang kaca jendela turut jadi korban
mesem tak karuan geli meradang
ya..ya..ya..
gagah juga!
terimakasih bang gondrong..
gelap
oleh Fachri MahaYupa pada 5 Agustus 2011 pukul 21:40 ·
GELAP
kusungsung gelap dalam harmoni pagi
diantara reremputan kembang sayu di pelupuk mata
larapun deras menerpa batuan karang jingga
sesekali menengok asa,
tentang karsa yang tak lagi berasa
kulibaskan gendera mendera pawai
terhimpit sempit menatap selempit intip
dimana andai memuai lindu
dimana harap memuja pantat
dimana doa yang tak kunjung mendaratl
kini masih kusungsung gelap itu,
sampai kapan?
pertanyaan bodoh melahirkan jawaban bodoh
gelap.
kopi
oleh Fachri MahaYupa pada 5 Agustus 2011 pukul 18:51 ·
sekotak kurma premium disamping kiri
sebuah handpone klasik disamping kanan
dikiri ada lagi remote Tv bermerek super, tak lupa sebotol air putih
dikanan juga ada naskah entah apa, lupa! ada uang tiga ribu dibawah gantungan panda
depan laptop mungil
belakang kasur tingkat dua
kabel tak karuan menggupal liar, gitar custom tua yang rindu dipetik
lemari dengan ratusan buku- buku tertata rapi,baju bergantung tak tahu tempat
IDIOT!!!!!
apa lagi!? masih ada! ada pasti! pasti ada!
kucing, kupu - kupu, kodok, semut, binatang!
Sial, aku lupa kopi!
kopi? hemmm..........
dangdut
oleh Fachri MahaYupa pada 5 Agustus 2011 pukul 18:37 ·
surga itu tak bergeming saat paruh, dangdut
tersiram jejak kuda pacuan lintas di sebuah gang kecil
kudelik bola keluar nanah mewangi, hasut
pelan mengukir syahdu luruh
diatas reruntuhan limbah ku dendang sebuah lagu dangdut, puncak
ku angkat serpihan rasa menggoyang seluruh dahaga
maju mundur kanan kiri atas bawah, lepas
kemudian merunduk lesu menggapai tanah basah menggumpal raga
terimakasih, dangdut
dongeng
oleh Fachri MahaYupa pada 4 Agustus 2011 pukul 18:34 ·
senja kelabu menuai asa yang semu
otak tersentak hati tersedak pil buah neraka
terambung menghilir ku terangai dalam hening buta
sejenak luruh membatu muncrat dalam telaga ranum memerah
cukup..hentikan!
kini dongeng menjelma pudar lantah
aku tegak didepan kau yang tersayang, meminta restu..
untuk pergi dan pasti kembali
tunggu, kan kupeluk kau bersama bintang yang akan kubawa!
senyum..hening..memudar..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar