Tang
kepada
sayang yang jauh diepan mata
terhatur
warna jomplang yang kian lepas kendali
ia
berantakan ngalor -ngidul mengisi kekosongan rindu
ujar
terkekang ingin merasa lagi perahu layar
"sebrang
depan masih panjang
haluan kian
terbentang
nahkoda siap
menantang
bahaya pun
siap menjelang
mati
kemudian hidup kembali.."
"hebat
bukan? ajaib bin mustahil
kaki masih
terpampang
tangan siap
menantang
tujuan telah
terlentang
melintang
menjamah seluruh rasa yang bilangnya kerontang"
sudah mau
siang katanya
aku punya
tang, masih punya?
Sip!
tidak boleh
lambat datang
ayo lanjut
bertukang...
untuk anak - anak
wahai anak -
anak ku..
ayah belum
bisa mengambilkan bulan malam ini
karena ayah
belum bisa terbang tinggi kesana
tinggi
kesana itu jauh sekali
tapi ayah
punya coklat manis untuk kalian....
wahai anak -
anak ku..
ayah juga
belum bisa ambilkan bintang malam ini
karena
bintang lebih jauh daripada bulan
jangan sedih
sayang
ayah punya
kue bintang untuk kalian, pandai..
wahai anak -
anak ku
lagi - lagi
ayah pun belum bisa pelukan matahari untuk kalian
sungguh
kalau saja kalian tahu
ayah bisa
terbakar mati dan tak akan pulang lagi untuk kalian
sudah jangan
cemberut nanti sore ayah akan bawa kalian melihat ia terbenam dipantai sana
tidak mau?
tentu ayah tak lupa ice crime buat kalian
wahai anak -
anak ku
walaupun
langit lebih dekat dari bulan, bintang dan matahari
ayah tak
sanggup membungkusnya untuk kalian
dia luas
terbentang, bahkan ada 7 langit jika kalian tahu
lihatlah
langit menangis sekarang karena ketidakberdayaan ayah kalian
ayah hanya
punya sebuah permen gula, ambil dan bagilah! jangan lihat kemari..
wahai anak -
anak ku
maafkanlah
ayah kalian ini
ayah
berjanji tidak akan berjanji lagi pada kalian
sudah cukup!
berlarilah
sekencang kalian!
terbanglah
setinggi yang kalian mau, gapai apa yang belum ayah capai
kelak kalian
akan melangkah sendiri dengan gagah berani melawan dunia
namun, ingat
satu pesan ayah,
jangan
sekali - kali kalian berjanji
namun
tepatilah apa yang terlintas dibenak kalian
karena ayah
sudah jera dan tak ingin lagi berjanji...
ayah bawa
film kesukaan kalian
kemarilah
disamping ayah, mari kita tonton..
kamu
kenapa disitu? disana banyak hantu kalau kamu diam sendiri seperti itu
sini..!
masih banyak tempat kosong..
eh, kamu
geser sedikit..
wahai anak -
anak ku bolehkah ayah tersenyum walau sedikit..
terimakasih
Di depan sana kawan
kian merah
menyalak terpanggang bara
bombardirlah
dengan rudal terbesar
biarkan luka
itu menjadi besar dan bernanah
biarkan kami
rasakan perih tak terbalas
biarkan
deras hujaman menusuk palung yang tak lagi tersentuh
hari kian
habis
waktu terus
merenggut
nyawa
semakin tipis
kertaspun
layu tergores pena merah
inilah saat
yang tepat
bosan kami
berdiam
pukul pantat
kami yang manja
perlu
sediakan ember penuh air
siram kami,
bangunkan kami
mata ini
juga ingin tak tidur
tubuh ini
juga ingin mati rasa
telinga ini
pun ingi berhenti mendengar keluh
ajak kami
keneraka firdaus kalian
biarkan kami
ikut andil dalm imaji tanpa batas
kami datang
bukan untuk mati
hidup
kemudian menjadi langkah
aaah...
akhirnya
kumendengar, kumelihat, kurasakan panggilan
hangat tentramkan
luka dan kepalsuan
temaramkan
jiwa laksana perang
dewa pun
bisa kita gulingkan
didepan
nafas - nafas yang kian menderu
kupanjatkan
sesongsong kata berisi makna usang tak lelah
kita akan
telan sahara dan bakar antartika
di depan
sana kawan
disana
di depan
kawan
ya, kawan..
di depan
sana..
Level Tiga Meter diatas Panggung
Karya : Fachri
Mahayupa
Level satu meter..
Diam menerawang caur titik fokus
Sembari belah perlahan, rasa nano – nano..
Kembali nol, merekam video enam warna
Kadang coklat, elus jemari menghantar
sanubari cerita
Bisa saja obat direnguk tubuh, cuka darah..
Belajar,
Level dua meter..
Liar tunjuk langit hingga antero semesta
Menuahkan buku penuh tepat diatas satu titik,
mencoba..
Kembali kecap asin – manis dijalan rindang
Kelak kelok semai pun tiba, menari palu dan
tembak..
Nukang,
Level tiga meter..
Masih
tiga bagi empat jalan finish
namun, wajib
Harus seratus tanpa ada bagi, siap
Gesture atas dialog bawah tengah rasa jalan
vertikal, harus
Bajak lagi bijak lagi, sulit
Jadi dalam,
Setelahnya Panggung
Penuh rasa luruh cinta ada yakin tiada akhir,
kemudian setia
Selamat mencicipi..
Secangkir teh panas,
24 mei 2012
semaki kagum saja......
BalasHapusterimakasih kanda
BalasHapus