SELAMAT DATANG

Rabu, 08 Agustus 2012



BOOM
Karya : Fachri Mahayupa

Disana gempa. Disini banjir. Disana gunung meletus. Disini tsunami. Disana badai. Disini longsor. Disana – sini bencana. Disana – sini tuhan. Mereka menepi.  Kemudian muncul suara – suara caur tak karuan – silih berganti  yang biasanya berasal dari sebuah televisi. Bisa jadi reportase, iklan komersial, bahkan sinetron kejar tayang. Terang menyinari kubus. seseorang sedang duduk sambil menghisap sebuah rokok.

Pembawa berita
Loh? Apa – apaan ini? Kenapa dinyalakan? Ini belum waktunya. Coba lihat jam yang dipantat kalian! Masih ada waktu semenit lagi. Barangkali masih sempat kuhabiskan sebatang rokok ini. Tinggal sedikit. Coba lihat. Maunya enak saja! Ratting – ratting – ratting melulu. Dasar pantat kebo! Saya profesional bos. Putra nababal presenter berita terpopuler di abad milenium ini! Kalau bukan saya yang disini. Ini TV biar kata bikinnya pakai emas juga gak bakalan ditonton orang, gundul! Catat! [melihat rokok ditangannya] sial! Gara – gara kalian ini! Dasar bajigur tengik. Sudahlah. Dasi! Jas! Sisir! Parfum! [beberapa orang bisa muncul membantu].

Disisi lain seorang tersentak bangun dari tidurnya tak seperti biasanya...

Bapak nomor 1
Kalau hal itu benar – benar terjadi. Bisa gawat! Aku belum siap. [dering telepon] pasti Pak dua. Halo..halo..halo... suara bapak tidak terdengar. Halo..halo...

Bapak nomor 2
[datang menghampiri] ya jelas saja tidak terdengar bapak... yang ditelinga ditaruh dimulut. Yang dimulut ditaruh ditelinga. Jangan – jangan yang depan pindah kebelakang lagi? sudahlah..Saya tahu bapak pasti baru bangun tidur,kan? Bermimpi buruk. Ketakutan bukan kepalang.

Bapak nomor 1
Kok kamu bisa tahu?

Bapak nomor 2
Karena bapak mebangunkan hatiku, memimpi burukkan hatiku dan menakutkan bukan kepalang hatiku.

Bapak nomor 1
Wah, kamu hebat ternyata...

Bapak nomor 2
Saya lihat dari sebelah sana bapak!!!! Sebagai orang nomor satu seharusnya bapak tidak boleh seperti itu. Anda seharusnya tenang, santai, stay cool. Tidak grasa – grusu seperti tadi, itu bisa menyebabkan citra yang selama ini kita bangun akan runtuh. Untung hanya saya yang melihat kalau orang – orang diluar sana tahu, mau taruh muka dimana kita pak? Masa dipantat, Tidak bukan? Tapi bapak harus berhati – hati, sekarang tengah berkembang hacker hero – hacker hero tak bermoral yang dapat menembus sitem keamanan kita. sehingga setiap apa yang bapak lakukan, mereka dapat melihat sekalipun bapak telanjang. Buktinya tengah beredar kabar bahwa punya bapak miring 25 derajad kekanan, bukan? Hal ini beberapa kali menjadi tranding topic bahkan menembus pembicaraaan worl wide dunia.

Bapak nomor 1
Sialan! Kalau begitu tak bisa dibiarkan. Cepat cari semua virus itu. Kumpulkan lalu kasih dia uang untuk membuka usaha nasi goreng, bakso, nasi kuning atau apa sajalah. Tapi, Kalau mereka tidak mau. langsung tembak ditempat. Jangan beri ampun! Tenang, nanti akan saya buatkan surat sakti atasnya. Keluarga yang ditinggalkan akan kita beri ucapan bela sungkawa. Jikalau ada keluarganya berkelamin betina diatas 17 tahun dan dibawah 35 tahun. Berparas cantik. Body aduhay. Sexi. Rajin beribadah segera angkut dan pelihara, Kamu mengerti! Tunggu sebentar, sepertinya kamu lupa! Kamu tadi menelpon saya.

Bapak nomor 2
Astaga!! Maafkan saya bapak, saya lupa karena terbawa suasana. Saya kembali dulu. [out stage] berbahaya bapak! Keadaan diluar sangat parah! Bencana dimana – dimana. Disebelah barat angin puting beliung, dikawasan timur banjir bandang, ditengah – tengah gunung meletus. Bahkan ratusan pulau perlahan mulai tenggelam. Orang – orang banyak bertingkah aneh. Rumah sakit jiwa kedatangan pasien lebih banyak 500 persen dari tahun sebelumnya. Ditambah lagi para pegawainya juga ikut – ikutan gila. Ini pertanda bapak! Pertanda bahwasanya apa yang dikatakan paranormal dan film itu benar. SEBENTAR LAGI KIAMAT AKAN TIBA!!! Semuanya akan porak poranda. Kita semua akan mati. Saya mau mengundurkan diri bapak. Saya mau bertaubat. Saya mau bersedekah. Beribadah. kalau perlu saya akan menyembah lima tuhan agar diselamatkan, atau paling tidak, mati masuk surga. Pokoknya saya akan mengadu dengan tulus bahwasanya bapaklah yang mengajak saya korupsi! Saya mau karena diajak saja, ditambah bapak memaksa. Apa boleh buat. Saya tidak mau masuk neraka bapak! Katanya neraka itu pedih. Kalau bapak tidak percaya silahkan lihat semua berita ditelivisi.

Bapak nomor 1
Tunggu pak, jangan tinggalkan saya [tut...tut..tut...tut] sialan! Mana remote TV. [menyalakan TV]

Pembawa berita
Selamat pagi. Senang kembali berjumpa dengan anda. Kita awali kabar kini dengan topik bulan ini. Sejak sebulan terakhir terjadi bencana dimana – mana. Diduga bencana – bencana tersebut bermunculan karena adanya kerusakan pada bumi disemua lini, yang disebabkan oleh eksploitasi maruk ala manusia. Seperti terjadinya pergeseran lempeng bumi yang menghasilkan gempa dan gunung meletus. Tipisnya laisan ozon sehingga es di kutub mulai mencair. Bahkan lapisan atmosphire bumi yang kian habis sehingga komet atau batu asteroid dapat terjun bebas kebumi. Adapun laporan langsung akan kami tayangkan melalui koresponden kami dibeberapa wilayah kejadian bencana.

Masuk beberapa orang terdiri dari reporter dan cameramen beserta crew disisi lain panggung.

pembawa berita
halo koresponden 1 bisa dengar suara saya?

Koresponden 1
Eh... mohon maaf disini tidak bisa terdengar jelas dikarenakan badai semakin besar. Dilaporkan saat ini kami tengah berada didekat tornado terbesar yang belum pernah saya lihat. Kekuatan angin ini diperkirakan telah merobohkan banyak rumah – rumah penduduk sekitar. [menyamping] eh kalian! Lebih kencang kipasnya! Putar yang disana! Berita ini harus bagus bagaimanapun caranya. Maaf mungkin tadi ada sedikit gangguan. Kami lanjutkan laporan. Saudara nababal bisa mendengar suara kami? Saudara...nababal...saudara..saudara..nababal...Saudara angin bertambah kencang. Kami terbawa angin tersebut! Kami mati putra nababal. Sekian laporan kami.....................................sssszzszsdfegrty......................

Pembawa berita
Koresponden 1........ kami turut berbela sungkawa atas kejadian tersebut. Semoga amal dan ibadah serta ratting acara ini bisa terus naik..naik..naik.. kesisinya.. amiin. Kembali lagi kita akan berbincang kepada koresponden kami yang kedua. Koresponden 2 apakah anda bisa mendengar suara saya?

Koresponden 2
Tentu saja bisa saudara nababal.

Pembawa berita
Bagus..bagus... coba ceritakan apa yang terjadi dilapangan. Silahkan...

Koresponden 2
Saya dan tim sedang berada dipusat kota yang terkena gempa. Saat ini bisa anda rasakan getaran gempa mencapai 12,7 skala richter. Orang – orang tengah berlarian mencari tanah lapang untuk selamat dari gempa. Namun apa yang terjadi... ahhh...  salah satu bangunan yang saya perkirakan itu kelab malam rubuh saudara nababal. Hebat.. padahal masih banyak orang didalamnya. Ah.. yang disana rumah bordir... jangan itu! Itu lokalisasi langganaan..yah..yah...Disana trade center, ooh.. tidak gedung putih, jangan..jangan...... istana runtuh saudara... keadaaan makin tidak terkendali semua bangunan yang ada didepan kami runtuh... tanpa tersisa... AWASSSSS!!!! Lapor saudara nababal saya masih hidup, hanya tertimpa bangunan monorel yang dari tahun – tahun kemarin belum jadi... sekian.......................................................sdhdrefirefirhvjfhvf........................

Pembawa berita
Koresponden dua....koresponden dua...sepertinya hubungan kita terputus. Nanti kita akan kembali menyambungkan namun sementara itu kita akan tersambung dengan koresponden 3.. koresponden 3 apakah kita tersambung?

Koreponden 3
Blup..blup..blup..blup..blup..bblblblpblpbulpubpbpbubpublup...lapor saudara nababal..blup..blup.. kami tengah berada dilokasi tsunami besar...blup..blup..  saya tidak...blup..blup..maaf..tapi..blup..blup....

Pembawa berita
Koresponden 3 apakah baik – baik saja...

Kameramen
Bung nababan, koresponden 3 terseret tsunami. Ia masih melambaikan tangan. Beroutar – putar dan....... ia tidak timbul kembali. Keadaan darurat, laporan berita akan saya ambil alih. Tapi sebelumnya, mamah anakmu masuk TV mamah. Terimakasih mamah berkat kau anakmu ini bisa sukses masuk TV. Ini berkat kamu mamah. Setiap hari mamah kerja banting tulang. Memeras keringat tanpa lelah. Semuanya demi menyekolahkan anakmu ini lebih tinggi. Sekarang lihatlah mamah, evan sudah gede sudah bisa cari uang sendiri, masuk TV lagi. Oh iya mah.. jangan lupa pesan evan, daunnya habis dipetik langsung dikeringkan cepat – cepat biar kualitasnya bagus. Pasti mahasiswa senang deh. kalau evan pulang mamah harus sehat ya. Jangan ikut – ikutan pakai daunnya. Salam buat papa yang dikubur. Kayaknya bentar lagi mau nyusul nih..I love you mom......................ssssssssssfffffffffffrgfgfvgbyjt.............................

pembawa berita
halo......halo.....korespon [TV mati]

bapak nomor 1
gila..gila..gila...edaaan! tinggal menunggu waktu kalau begini caranya. [telepon berdering berulang – ulang] Semuanya akan hilang. Harley ku, porsche merah, batubaraku, minyakku, gas, emas, partai, rakyatku, negaraku, kawan, istri - istriku, jagoanku  no. 1 “moly” tidakk...........!!!! dia kucing kesayanganku. Tuhan, tolong...tolong hambamu ini tuhan! [berfikir menyusun perencanaan] ya, inilah satu – satunya jalan.. Aku harus bertemu dengan tuhan secepatnya mumpung masih ada waktu. Tapi bagaimana? Aha, pemuka agama.. tapi agama yang mana ya? [mengangkat tangan kanan dan mebuka 5 jarinya] yang mana, yang kupilih! Oke, dapat! Yang ini saja. sepertinya hanya ulama yang kemungkinan bisa mempertemukanku dengan tuhan.. TV! [mencari remote TV, dan mencari chanel agama]

pembawa berita
ganti

iklan 1
ganti

iklan 2
ganti

iklan3
ganti

pembawa berita
salam... kembali disiaran dakwah menuju tuhan. Kita sudah bersama ustadz kondang yang tidak mungkin kita tak kenal. Beliau adalah alim ulama yang total acara ditelivisi mencapai 10 produksi, dan telah membintangi puluhan iklan produk di pertelevisian bangsa ini. Beliau adalah sang ahli surga karena memiliki umat terbanyak mengalahkan pesaingnya yang terlebih dahulu memiliki sejuta umat dan mencetak rekor ulama terbanyak tampil di TV. Ini dia UI ustadz Imbron daun salam. Salam apa saja UI, Bagaimana tanggapannya UI terhadap kiamat yang diramalkan akan jatuh pada tanggal 13 bulan 13 nanti?

UI
Sebenarnya orang yang mempercayai ramalan itu termasuk orang – orang yang sirik. Orang – orang yang sirik adalah orang yang ingkar kepada tuhan. Janganlah kita termasuk golongan tersebut karena sesungguhnya azab tuhan menanti didepannya.

Pembawa berita
Lantas bagaimana dengan mereka yang seperti ini, UI. coba kita saksikan tayangan berikut ini..[orang – orang berbondong – bondong kekantor KUA untuk memeluk kesemua agama yang ada]

Reporter1
Permisi bapak, bisa berikan kami penjelasan. Mengapa bapak meyakini seluruh agama yang ada sekarang?

Bapak nomor2
Namanya saja usaha  mbak. kalaupun kiamat datang dan saya mati, saya hanya kepingin masuk surga. Maka dari itu supaya aman, saya anut semua agama. Dengan harapan bisa nyangkut nantinya. Saya takut masuk neraka mbak. [menangis]

UI
Sungguh tuhan maha pengampun, tuhan menyukai orang – orang yang ber ikhtiar untuk dekat dengannya. Tapi gak kayak gitu juga kali. Itu sama saja mempermainkan agama dan tuhan! Semoga anda.. anda dan anda semua tidak termasuk golongan seperti itu.  Kapanpun kiamat itu datang sebagai umat beragama kita harus siap dan beriman terhadap keyakinan kita masing - masing. Oleh karena itu, beribadahlah seperti saya, bersedekahlah seperti saya, peliharalah anak yatim seperti saya, dirikanlah rumah ibadah seperti saya, berlombalah melakukan kebaikan seperti saya, dan berlombalah mendekatkan diri pada tuhan seperti saya.

Bapak nomor 1
Stop tunggu! Tadi dia bilang dekat dengan tuhan. [berfikir] pasti dia bisa. [menghampiri TV]

Pembawa berita
Bapak memanggil saya? Bukan? Oh.. beliau

Bapak nomor 1
Bapak ulama terpandang dan tersohor. Ikutlah dengan saya, saya adalah bapak no. 1 bangsa ini. aku ada perlu. Penting sekali!

UI
Permisi bapak nababalius. Karena sepertinya, ada saudara kita yang sedang membutuhkan pertolongan maka saya pamit permisi dari sini. Ingat! Karena saya ahli surga dunia wal akherat. Salam.

Pembawa berita
Tapi pak, acaranya belum selesai. Bapak UI, bapak sudah dibayar mahal loo........

Bapak nomor 1
[mematikan TV] ternyata UI memang tahu umat mana yang tengah membutuhkan pertolongan. Sebagai imbalan yang pertama nanti akan saya beri 1 juta secara Cuma – Cuma untuk UI.

UI
Satu juta? [menyamping] lebih baik saya disana. Permisi bapak assalam...

Bapak no 1
[memotong]Tunggu... baiklah 5 juta, saya akan beri 5 juta untuk yang pertama. 50 juta untuk yang kedua. 500 juta untuk yang ketiga.dan 5 ribu kalau bapak bisa menyelamatkan saya.

UI
[berfikir] Ikhlas? Benar ya ikhlas? Redaksi “beri” tolong diganti dengan sedekah ya pak. Sedekah untuk para anak yatim dan kaum dhuafa peliharaan saya. Langsung saja, apa yang dapat saya bantu? Sepertinya bapak resah dan gelisah. Bapak pasti jarang beribadah. Jarang bersedekah. Benar apa iya?

Bapak no 1
Iya UI, luar biasa anda memang ulama 1,5 juta umat.

UI
Oh... jangan berkata seperti itu. Nanti kalau didengar banyak orang. Jatuhnya jadi sombong dan ria. Saya bukan tipikal orang yang suka menyombongkan diri. Karena kesombongan hanya pantas dimiliki tuhan. Lagi pula, itu hanya gelar dimata orang – orang. Sesungguhnya dimata tuhan kita makhluk yang sederajad. Langsung saja, ada apa gerangan?

Bapak no 1
Begini UI, saya ingin bertemu tuhan.

UI
Apa?

Bapak nomor 1
saya ingin melakukan negoisasi

UI
Apa??
 mengundurkan jadwal kiamat.

Ui
Apa?!?

Bapak no 1
Tolonglah saya UI, saya mohon. Ini atas nama bangsa yang belum siap jika kiamat memang benar – benar terjadi nanti.

UI
Anda gila bapak! Gila. Itu sungguh gila.

Bapak nomor 1
Kok gila?! Tapi, Bisa kan? Akan saya bayar berapapun anda mau UI. Percayalah.

UI
Kalaupun anda bertemu dengan tuhan anda mau negoisasi seperti apa?! Tuhan tidak menyukai uangmu, kekuasaanmu, kekayaanmu.

Bapak no 1
[marah] Itu urusan saya UI, yang terpenting temukan saja dulu aku dengan tuhan.

UI
Sungguh kalaupun tuhan mempunyai kuku, melihat kotorannya pun anda sama sekali tidak pantas.

Bapak no 1
Sialan!! [memanggil] bapak no.3 cepat kemari.

Bapak no 3
Siap melaksanakan tugas!

Bapak no 1
Tembak dia sekarang, seharusnya dia sudah mati dari tadi.

Bapak no 3
apa kesalahan bapak ini?

Bapak no.1
Tidak ada

Bapak no.3
Berarti beliau tidak bersalah. Tidak perlu ditembak. Saya kira dia teroris.

Bapak no. 1
Dia sudah membuat saya marah besar!!! Eksekusi sekarang!!!

Bapak no. 3
 Tapi beliau termasuk warga sipil yang dilindungi.

Bapak no 1
Dasar aparat keparat! Tembak sekarang juga! atau kau mau kujadikan hansip seumur hidupmu? Tenang saja, Akan ku urus surat sakti dan ucapan bela sungkawa.

Bapak no 3
Baiklah, silahkan bapak tembak sendiri. Saya sudah tidak sanggup bapak no 1. Sudah banyak mayat tanpa nama yang kubuang. Sudah lebih dari cukup, biarlah jika besok hari itu datang dan aku mati. saya siap menerima neraka. Bahkan kalau bapak mau menembak kepala saya, saya akan bersyukur.

Bapak no 1
Dasar tolol. Ini pilihan anda lho, bapak no 3. Yasudah, Pejamkan matanya biar agak sedikit tidak terasa. Hitungan ke 3 siap. Satu.... [menembak bapak no.3 kemudian mengarahkan pada UI]

UI
Taubatan nasuha. Lho? Saya jadi dibunuh? Kan bapak itu sudah mati. [tawakal] Tunggu sebentar.... [mengeluarkan HP] Ini  anak dan istri saya bapak, kalau saya mati kirimkan mayat saya ke alamat ini. Dan bilang saja kalau saya mati berjihad dijalan tuhan. Ini rekening tabungan buat masa depan mereka. Ini hasil dari amplop ke amplop setiap harinya. Syukur – syukur bapak mau menambahkan saldonya. Hitungan ketiga ya pak. Semoga tuhan bersama kita..1..2..3  [ia mati]

Bapak no 1
Wahai kau yang disebut orang – orang tuhan. Sedikit pun tak ada niat untuk membunuhmu jika kita bertemu. Sudah kukatakan aku hanya ingin berbicara dengan engkau. Siapa tahu kita dapat bersenda gurau sambil santai meminum secangkir kopi hangat tentunya buatan istri – istri saya. Walaupun engkau pasti tahu banyak tendensi - tendensi yang ada dibelakangnya. Tapikan itu hal yang wajar, engkau tuhan dan aku manusia ciptaanMu. Wajar aku meminta kepadamu, malah jadi tidak wajar tiba – tiba engkau menelpon ku dan meminta bantuan. Iya,kan? Iya. Oh, atau kau masih belum mempercayaiku bahwasanya aku juga orang yang mempercayaimu. Tunggu sebentar...[menyamping mengangkat telepon] halo bapak no 4, segera siapkan anggaran sebesar – besarnya namun jangan ambil alokasi pendididikan. Kita talang dari alokasi bidang kesenian saja. Pendidikan tengah berkembang maju akhir – akhir ini, kesenian dari jaman arifin, rendra, nano, putu wijaya hingga mahayupa semua NOL. Tidak dapat menyumbangkan apa-apa untuk kita.

Bapak no. 4
Dengan senang hati bapak kami yang tercinta. Soal putar – memutar anggaran memang masuk dalam kualifikasi saya. Kendaraan sudah siap bapak. Rencana pembangunan masjid, gereja, pure, wihara, dan klentong pun Sudah dianggarkan. Setelah didata dengan cara quick count jumlah anak yatim dan kaum dhuafa kurang lebih 50 % dari jumlah penduduk bangsa ini. Proyek untuk membangun panti – panti dan sedekah juga sudah dipatenkan. Serta anggaran melakukan amal kebaikan sebanyak – banyak telah terpostkan dengan matang.

Bapak no 1
Bagus.. kau memang bapak yang paling setia.

turun dan berjalan dengan kendaraan bersama bapak no. 4, melintasi proyek amal menuju tuhan. Terkadang singgah dan kemudian berjalan lagi.

bapak no. 4
Bla..bla..bla..bkdkdnsncdcbd.ffrkvjoievvc...[menerangkan apa saja kepada bapak no. 1]

Bapak no. 1
Iya bapak no. 4, sudah cukup! [berbalik] oi..engkau yang dibilang orang - tuhan, lihat disana betapa mulianya hambamu ini sebagai makhluk ciptaan Mu. Ribuan masjid sudah kubangun. Panti asuhan. Santunan pesantren. Fakir miskin. Bahkan pengamen jalanan yang penuh sesak itu juga kedapatan bagian. Semua yang membutuhkan tanpa pamrih dan pilih – pilih kuberikan royal. Sudah cukup, bukan? [petir menyambar] astaga masa belum cukup semua bayaran ini? Aku hanya ingin bertemu dengan Mu.

Bapak no. 4
Kalau menurut hemat saya. Sekarang ribuan bahkan berjuta – juta orang tengah berlomba untuk berbuat amal baik. Wajar jika tuhan itu masih belum membukakan pintu negoisasinya kepada bapak. Menurut hemat saya,  Sebagai bapak no. 1 bapak harus terlihat sesuai dengan nama bapak dimata tuhan. Bapak tidak boleh menjadi nomor yang kesekian, dalam golongan orang – orang yang beramal baik.

Bapak no. 1
Aku tahu maksudmu. [berbisik kemudian tertawa bersama] kamu memang ular yang cerdas bapak no.4. tapi bagaimana cara instan untuk mewujudkan rencana tersebut.

Bapak no. 4
jangan khawatir, kalau caranya sudah saya pikirkan setengah masak. Kita hanya perlu MEDIA. Senjata ampuh pemusnah massal yang telah kita kembangkan selama ini TE – LE – VI – SI !!! mau tv nasional atau swasta bapak? Dari daftar kesemua stasiun TV ini milik bapak seluruhnya.

Bapak no. 1
Swasta saja bapak no. 4. Boro – boro ditonton orang kalu TV nasional, acara TV yang gak bermutu dan beranggaran kecil pula.

Bapak no. 4
Baiklah bapak. Kita berangkat.

Mereka menuju stasiun televisi dengan membawa segala kepentingan yang dibutuhkan.televisi kotak itu pun kembali hidup.

Pembawa berita
Headline news saat ini. Dilaporkan telah dilaksanakannya mega proyek besar menuju tuhan. Yang Diprakarsai oleh bapak no. 1 baru  baru ini.

Bapak no. 1
Tolong anda minggir sejenak [kepada pembawa berita]. Seluruh jadwal on air disini sudah saya beli.

Pembawa berita
Tidak bisa, saya adalah Putra nababal presenter berita terpopuler di abad milenium ini! Saya memiliki hak sebanyak 80 % dalam hal siar – menyiar. Walaupun bapak adalah bapak no. 1, bapak harus mengadakan kesepakatan dengan saya terlebih dahulu. Karena... [berbicara panjang lebar]

Bapak no. 4
Tembak saja, kita sudah tidak lagi memerlukan banyak orang yang pandai berkata – kata. Karena bisa jadi repot dikemudian hari bapak. [bapak no. 1 menembak putra nababal]

Crew
Astaga bapak?? Kenapa bapak tembak presenter kami? Tadi dalam keadaan on the record.

Bapak no. 1
Apa????? On the record katamu?!? Cepat of the record, matikan dulu! Matikan!

Crew
Tidak bisa bapak. Presenter kami memiliki automatic recorder disetiap acaranya. Pertunjukan ini masih berjalan. Dan puji tuhan, ratting kita naik hingga  100 %. Seluruh orang – orang tengah menonton keadan ini.

Bapak no. 1
Bapak no. 4 bagaimana ini?  Jangan diam saja! [mengambil mayat nababal dan memainkannya seperti boneka susan] saya nababal. Saya masih hidup. Saya adalah presenter terbaik di abad milenium ini.

Bapak no. 4
Tenang bapak no. 1. Kejadian ini sesuai dengan apa yang sudah saya rencanakan. Untuk menarik seluruh perhatian masyarakat harus diperlukan taktik dan starategi yang jitu KON – TRO – VER – SIAL. [menyuruh pasukan keamanan masuk, berbaris dibelakang keduanya] dengan tambahan kekuatan pasukan keamanan rencana kita akan sukses bapak. Kita akan menguasai ketakutan rakyat. Prakira saya akan sukses sekitar 120 %. Silahkan bapak kini giliran bapak untuk beraksi.

Bapak no. 1
Terimakasih bapak no. 4 kerjamu sungguh luar biasa. [bisa saja sejumlah crew masuk mendandani dengan kumis khas mendiang hittler] sebenarnya saya bukan aktor antagonis yang hebat, namun apa boleh buat. Ini hanya untuk Mu TUHAN. Sebentar, [mengahmpiri] Bapak no. 4 saya bukan ahli retrorika yang hebat, setiap berpidato saya selalu membaca naskah.

Bapak no. 4
Tenang bapak no. 1 segalanya sudah saya perhitungkan. Ini dia naskahnya. Saya akan mengarahkan bapak dari sisi luar. Oke bapak no. 1 siap, bahu agak diangkat sedikit. Dada busung. Tahan....tahan.. dagu agak diangkat. Coba tes vokal. Lebih berat lagi sedikit........sdf...efhui..erbfu.igec er..ierg.f.erf....ie..rfire...[layaknya sutradara teater] ACTION!

Bapak no. 1
Kepada seluruh wargaku yang tercinta. Atas nama bangsa ku proklamirkan keinginanku untuk bertemu tuhan. Dalam keinginan yang murni tersebut guna menegoisasikan kembali hasil keputusannya mengenai perencanaan jadwal kiamat yang akan dilaksanakan besok hari. Sekali lagi atas nama bangsa dan mendukung keinginan saya selaku bapak . no 1. Dengan ini saya melarang setiap orang untuk berbuat amal kebaikan. Beribadah. Namun tetap saya perbolehkan untuk berdoa, namun isi dalam doa saudara – saudara sebagaimana mestinya hanya mendoakan saya. selama proses perencanaan saya bertemu dengan tuhan. Kalian cukup diam dirumah tanpa melakukan apa- apa. Pasrahkan semuanya kepada bapak no. 1 yaitu saya. Kalau ada yang melanggar orang – orang dibelakang saya , tak segan mengeluarkan selongsong peluru yang bisa saja menembus kepala saudara tanpa permisi. Contoh : [menyuruh 2 orang pasukan maju kedepan, dan memberi intruksi kepada salah satu untuk berdoa dan memberi intruksi kepada lainnya untuk menembak] baik sekian yang dapat saya sampaikan. Semoga disurga dapat melihat tayangan ini. Kurang – lebihnya saya mohon maaf. Bila ada kata – kata ataupun sikap saya yang keliru. Karena saya juga manusia yang tak luput dari kesalahan. SALAM SUPER.

Bapak No. 4
Luar biasa! Incridible! Amazing! Oh, god! What the holly crab! Itu bagus bang get! Saya yakin seluruh orang yang menonton dan mendengar tadi. Akan tercuci otaknya, kemudian langkah bapak untuk bertemu tuhan tinggal sedikit lagi.

Bapak no. 1
Lihatlah engkau yang sering  disebut orang – orang tuhan. Apa lagi yang kau inginkan? Lihatlah, segala doa yang tersampaikan padamu! hanya akulah, hanya namaku yang ada disetiap doa kepadamu. Aku telah berhasil memonopoli segala amal kebaikan dan doa dimuka bumi. Tiada yang lain selain aku. Aku. Tolonglah izinkan aku bertemu denganmu. Kau tak akan menyesalinya. Aku hanya ingin kau menunda jadwal kiamat mu. [berteriak, mondar – mandir mecari keberadaan tuhan namun tidak juga menemukannya]

Bapak no. 1
Sungguh aku tak akan sanggup melihat anak no. 1 ku satu – satunya yang berwajah imut dan lucu itu mati. Apalagi ke 99 istriku yang belum merasakan keadilanku sebagai suaminya. Aku belum sepenuhnya bersih untuk berani kembali kepadamu! Aku meminta dengan segala hormat dan kerendahan atas nama bangsa yang belum siap diadakannya hari kiamat Mu.

Bapak no. 4
Sebagai orang no. 1. Bapak harus menjaga harkat dan martabat apalagi harga diri sekalipun kepada tuhan. Anda tidak boleh semurah itu!

Bapak no. 1
Kalau kita tidak merengek kemungkinan besar kita tidak akan didengarnya itu yang sering kulihat dari sinetron - sinetron.

Bapak no. 4
[semacam ada sinar terang menyelimuti] Menurut hemat saya, ketika segala usaha telah  kita lakukan namun menemui kegagalan. kita harus menemukan jalan baru untuk memulainya kembali.  Kalau tuhan tidak mau mendengar dan bertemu dengan bapak. Silahkan bapak mendengar saya dan bertemu saya. Menurut hemat saya, kemungkinan jalan keselamatan masih terbuka lebar disana.

Bapak no. 1
[terpukau] Benarkah? Baiklah. Aku sekarang percaya padamu bapak no. 4. Wahai kau tuhan yang sepertinya jauh disana! [berteriak] Sekedar saran, lain waktu tolong buat akun facebook atau twitter. Sehingga ketika ada umat mu yang mau berdiskusi, bisa kau layani!! Biar tidak dikira sombong seperti itu! Sombong aja dibanggain.[menghela nafas] baiklah bapak no. 4, apa rencana kita selanjutnya.

Bapak no. 4
Terimakasih banyak bapak no. 1. [menelpon seseorang] bapak no. 5 bagaimana perkembangan proyek mega angkasa kita? Apa sudah siap untuk diluncurkan. Waktu kita mepet, kemungkinan dalam beberapa jam terakhir seluruh isi bumi akan meledak. Jangan sia – siakan 70 % anggaran negara yang ku alokasikan tanpa sepengetahuan bapak no. 1 kepada anda untuk proyek ini. Segera saya ingin bertemu.

Bapak no.1
Maksudmu? Anda mengalokasikan dana sebegitu banyak tanpa sepengetahuan saya?? [marah besar] anda lancang bapak no. 4!!

Bapak no.4
Tenang bapak. Didepan bapak ada pintu keselamatan. Didepan sana ada kedamaian yang abadi. Kita bisa menghirup udara segar sekali lagi. Didunia ini memang banyak terjadi hal yang tak terduga. Itu hal yang wajar. Itulah juga yang saya lakukan. Meskipun tanpa sepengetahuan bapak no. 1. Namun semuanya semata – mata hanya untuk bapak seorang. Sekarang bapak pulang kerumah dengan tersenyum, jemputlah istri dan anak bapak yang tercinta. Mereka pasti kan menyambut pahlawan hidup mereka dengan suka cita. Mereka pasti akan bergembira mendengar kabar bahagia ini. Kita akan hidup sekali lagi bapak, sadarlah! Bangun dari mimpi dan buaian doa yang indah. Sekarang nyata kita akan menginjak bumi yang kedua. Selamat jalan bapak, saya menunggu anda.

Bapak no. 1
[mabuk] Saya bingung harus menjemput yang mana? Terlalu banyak. Kalau saya hanya boleh menjemput 1 istri. Jadi 98 istriku yang lainnya akan mati, begitu?

Bapak no. 4
Ya, benar sekali bapak. Memang angka 1 adalah angka yang paling mahal. Setiap orang mendambakan untuk selalu menjadi yang pertama. Jemputlah dia yang pertama diantara mereka. Maka dia pun menjadi mahal. Jemputlah dengan cinta bapak, selamat jalan sekali lagi, saya tunggu sekali lagi..

Bapak no. 1 melayang terbang pelan menuju istananya. Menjemput salah satu istri dan anaknya. Ia pun sampai di istananya..

Bapak no. 1
Selamat bertemu kembali sayang. Apakah benar ini dengan istriku yang ke 99?

Istri 99
Benar suami pertamaku. Kamu tidak salah masuk kedalam rumah kecil ini. Ada apakah gerangan? Kelihatannya kau sangat berbahagia sekali.

Bapak no. 1
Sungguh tak bisa kutahan bahagia ini. Biarkan raut ini tertumpah penuh hanya untukmu dan anak kita. Mana si kecil no. 1 jagoanku?

Istri no. 99
Terimakasih. Sepertinya ia sedang tidur. Kalau kau mau bertemu, kau mungkin akan menunggu lama. Seperti biasa, silahkan datang lain kali. Aku tahu kau akan mendatangi 98 istrimu yang lainnya. Itu pun kalau kita dipertemukan kembali.

Bapak. No 1
Tidak sayang. Aku akan menunggu ia bangun dari tidurnya. Si kecil no. 1 itu pasti rindu bertemu dengan bapak no. 1 nya.

Istri 99
Maafkan istrimu telah salah mengira. Sepertinya akulah kunjungan terakhirmu. Tidak dapat kuberdusta, bahwasanya aku ingin menjadi wanita pertama yang kau kunjungi. meskipun aku adalah istri terakhir yang kau sunting, suamiku. Sama seperti harapan 98 istrimu yang lain. Maaf terlalu besar telah berharap seperti itu.

Bapak no. 1
Sudahlah, jangan terlalu melankolis seperti itu. Kamulah kunujungan pertamaku. Berbahagialah seperti aku sekarang.

Tiba – tiba anak no. 1 terbangun dari tidurnya. Dengan polos ia mendatangi ibunya.

Anak no. 1
Mamah, aku tadi mimpi indah sekali. Aku ketemu power ranger. Pokoknya mereka berantem gitu lawan monster gede. [menunjuk bapak no. 1] loh,om ini sapa? Wah...pacar mamah ya. Kayak yang di film – film itu. Ciye....... tapi kok mirip sama poto orang yang sering mamah tunjukin ke aku. [berpikir] ah, papah. Iya kan, mah? Mamah sering manggil om itu papah kalo cerita sama aku.

Istri no. 99
Sini sayang, sini mamah peluk dulu jagoan kecil mamah. Tadi yang menang apa? Power ranger mu menang gak sama monsternya?

Anak no.1
Awalnya sih mereka pada nendang, mukul ciat..ciat..ciat.. eh tapi pas monsternya udah mau kalah. Monsternya berubah jadi gede banget. Jadi kalah deh. Padahal aku udah teriak – teriak gitu “ayo rangger hitam, ayo power ranger, ayo ranger merah.....!!!” eh tetap aja kalah. Terus aku nangis deh kencang – kencang. Sampe kebangun. Aku sedih. Tapi senang sih bisa ketemu mereka. Mereka kasih tanda tangan gitu mah. Nih, tanda tangannya dibaju. [mencari – cari tapi tidak ketemu] lo, kok gak ada? Tadi ada disini, mana.... [menagis]

Bapak no. 1
[mendatangi anak no. 1] sudah jangan nangis jagoan kecil. [menangis tambah kencang ] Nanti papah suruh power rangernya kerumah.

Anak no. 1
Beneran om?

Istri no. 99
Eh, dia itu papah kamu, lain om!

Anak no. 1
Eh, iya papah. Tapi kok jelek kayak gini. Gak kaya dipoto itu. Tapi, om.. eh papah. Mana power rangernya?! [menangis]

Bapak no. 1
Iya, sebentar. Papah panggilkan! [mengambil telepon] halo bapak no. 6...!!! cepat carikan, power ranger!!!

Bapak no. 6
Tapi pak, cari dimana??

Bapak no.1
Pokoknya saya tidak mau tahu! Sekarang juga bawa mereka kesini! Cepaaaaaaat..!!!
Kemudian datang bapak no. 6 bersama power ranger. Mereka kemudian bermain bersama anak no.1. sementara bapak no. 1 sibuk mengangkat telepon. Kemudian menghampiri istri no. 99

Istri no. 99
Terimakasih. Aku belum melihat ia sebahagia sampai seperti ini.

Bapak no. 1
Simpan saja terima kasihmu dulu. Cepat kemasi barang – barang kalian berdua. Sebentar lagi kita berangkat.

Istri no. 99
Berangkat kemana? Apa maksudnya?

Bapak no. 1
Pergi dari sini sayang. Apa kau mau tinggal ditempat yang sebentar lagi mau hancur lebur? Ayo cepat! Kita akan meninggalkan bumi bobrok ini! Kita akan menata ulang kehidupan didunia yang baru.  aku sudah tidak punya banyak waktu lagi.

Istri no. 99
Asalkan mati bersama kamu dan anak kita, aku rela.

Bapak no. 1
[dering telepon] sudah kukatakan aku tak punya banyak waktu. Segera kemasi barang!

Istri no. 99
Bagaimana 98 istri kamu? Kau mau meninggalkan mereka mati disini?

Bapak no. 1
Jangan membicarakan hal yang tidak penting sama sekali.

Istri no. 99
Jadi mereka tidak penting bagi kamu?

Bapak no. 1
Mereka tidak penting, yang terpenting adalah kamu dan jagoanku!

Istri no. 99
Aku ini istri mu. Dan aku pasti tahu perasaan ke 98 istrimu yang lain. Sekarang pasti mereka menunggumu, berharap kau datang untuk menjenguknya. Itulah impian mereka dihari terakhirnya. Dan kau malah mau meninggalkan mereka begitu saja. Aku sebagai wanita yang pernah kau sunting merasa terluka, bukan karena aku ingin sok menjadi pahlawan dan memperjuangkan hak – hak mereka. Tapi ini murni dari perasaanku yang paling dalam sesama wanita.

Bapak no. 1
Mengapa kau tidak mengerti juga! Kamu itu istri ku yang paling mahal harganya. Hanya kamu yang bisa mengandung benihku, dari 98 lainnya! Melahirkan dan membesarkannya. Lihatlah dia, meskipun sama sekali tidak mirip kepadaku. Dia tetap anakku no. 1. Apapun yang terjadi kalian harus tetap hidup. Aku mencintaimu dan anak kita.

Istri no. 99
Kalau hanya itu yang membuatmu mencintaiku. Ada yang ingin kusampaikan. Maafkan aku mas. Dia bukan anakmu.

Bapak no. 1
Apa maksudmu!?

Istri no. 99
Berbulan – bulan sudah aku menunggumu datang tapi kau sama sekali tidak pernah ada. Aku ingin memberitahumu sebelum dia kulahirkan. Tapi kau terus sibuk tanpa pernah menengok kedalam sini. Janin itu bukan benihmu, tapi benih orang lain. Orang yang dipoto tersebut bukan kamu tapi bapak 
no. 2.

Bapak. No 1
[marah besar] Dasar istri durhaka kamu! Beraninya kamu mengkhianati cinta orang no. 1. [menodongkan pistol]

Anak no. 1
[menghampiri mamahnya] mamah mereka semua power ranger palsu, masa power ranger kaya gitu. Loh kok papah jadi kayak monster yang dimimpi aku tadi, sih? [memegang pistol] ini apa? Ini kayak senjata yang dipake monster itu, pas ngalahin power ranger.

Bapak no. 1
 Setan!

Bapak no. 1 langsung pergi meninggalkan istri no. 99 dan anak no. 1 nya. Ia pergi kesebuah ruangan yang dipenuhi orang – orang memakai baju putih dan sebuah roket besar. Disana menunggu bapak no. 3.

Bapak no. 4
Kenapa lama sekali? Waktu keberangkatan roket ini telah kami undur. Sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan kecil. Kabar buruknya roket ini hanya bisa menampung 1 orang penumpang menuju planet tanpa nama, bapak no. 1.

Bapak no.1
Astaga!! Kenapa bisa jadi seperti ini?! Jadi seperti apa sekarang? [berfikir] batalkan saja keberangkatan ini semua. Aku sudah tak punya daya dan kuasa. Biarlah kita tenggelam bersama kiamat hari ini.

Bapak no. 4
Tenang bapak no. 1 segala kemungkinan terburuk telah saya perhitungkan. Jika roket ini dapat menerbangkan 1 orang. Orang yang paling pantas terbang dan selamat bersamanya adalah hanya anda seorang bapak no. 1.

Bapak no. 1
Tapi kalian, kalian akan mati. [menghampiri semua orang]

Bapak no. 4
Biarlah kami mati bapak no. 1. Kematian kami tidak akan sia – sia. Karena dalam mati pun kami akan bangga karena berhasil menyelamatkan orang no. 1 di muka bumi ini. Itu adalah pilihan kami bapak no. 1, biarkan ini menjadi abdi kami yang terakhir. Terimalah keputusan kami ini. Mari bapak, kita sudah tidak punya banyak waktu lagi. Sesuai perhitungan dari ramalan kiamat. Hanya tersisa 1 jam mulai dari sekarang. Mari pak biar kami antarkan.

Bapak no. 1 tidak dapat berkata – kata lagi. Ia dipakaikan berbagai macam peralatan antariksa oleh para orang – orang berbaju putih. kemudian dimasukan kedalam tabung besar.

bapak no. 1
atas nama bangsa dan tanah air. Terimakasih. Aku hidup tuhan!!!!

Bapak no. 4
Selamat jalan bapak no. 1 . semoga perjalanan anda menyenangkan.

Orang – orang berpakaian baju putih itu membuat formasi dipimpin oleh bapak no. 3 untuk melepaskan salam terakhir untuk bapak no. 1 . dalam hitungan ketiga, roket lepas landas. Musik membahana melepas kepergian sang bapak no.1. Panggung meredup terlihat bayangan roket meluncur keatas dengan gagah.

Bapak no. 1 [ sound out stage]
Selamat jalan kawan
Selamat jalan lawan
Selamat jalan rakyat
Selamat jalan istriku tercinta
Selamat jalan jagoan
Selamat jalan bumi
Selamat jalan tuhan
I AM COMING NEW WORRLLLDDDDD!!!!!

Kemudian  hening...............BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMMMMM!!!! suara ledakan menggelegar memecah seisi ruang. Orang – orang dibawah kaget dan terpana melihat pemandangan diatas. Lampu mati. Kemudian tepuk tangan membahana, riuh rendah sorak sorai kegembiraan. Televisi kubus kembali menyala. Didalamnya sudah terdapat bapak. No 3  dan presenter baru putri nababan.

Putri nababan
Kembali hadir bersama saya yang baru putri nababan. Disini telah hadir bapak no. 4, salah satu orang yang menjadi saksi kepergian bapak no. 1 dan sebagai pembaca wasiat terakhir bapak. No 1. Sebelum lanjut kepada beliau. Perkenankan saya mewakili segenap crew boom TV mengucapkan “selamat kepada bumi yang tidak jadi kiamat ” [sorak – sorai penonton riuh rendah] baiklah kembali bersama bapak. No 4. Ini dia hal yang paling kita tunggu, kata – kata terakhir dari sang bapak no. 1. Waktu dan tempat kami persilahkan bapak.

Bapak no. 4
sebelumnya saya turut berbela sungkawa atas perginya bapak no. 1 kita. Sungguh kepergiannya membuat kita kehilangan sosok pemimpin ideal. Mungkin inilah pengorbanan seorang pemimpin yang akan menjadi legenda seumur hidup. Inilah kata – kata terakhir yang diamanatkan langsung kepada saya. “kepada rakyatku, kupersembahkan nyawaku untuk kalian. aku telah bertemu tuhan. Tuhan berkata kepadaku butuh satu nyawa yang tulus untuk rela berkorban. Nyawa itu adalah aku, bapak no. 1. Telah kuredakan amarah tuhan. Sekarang, Kutitipkan bumi sekali lagi untuk generasi mendatang. Jaga ia, bangun ia, cintai dia dan milikilah ia. Selamat menempuh hidup baru ”
kembali tepuk tangan haru penonton membahana. Ditengah keriuhan para penonton. Disudut panggung yang lain.

bapak no. 4
seandainya kau tahu. Aku adalah istrimu yang ke 66. Sesuai dengan perhitungan. Menurut hemat saya, Semua berjalan 1000 % sukses. Selamat jalan bapak hahahahahahaha....

Orang - orang
[mengarak bapak no. 4] Hidup presiden kita yang baru... hidup..hidup....!!!!!!!!!

Layar tutup

 GANG,
 Selasa, 31 juli 2012
Ruang tengah
02. 47 wita
Fachri mahayupa / TY – UM – 09187-D15-B / IKUN




Sabtu, 28 April 2012

puisi LAGI

tks bang gondrong

oleh Fachri MahaYupa pada 17 Oktober 2011 pukul 0:37 ·
ku pilin rambut basah hingga air tetes menempa bumi
lepas bebrapa helai terbawa aliran hilir ke lubang hitam sudut
cerca kain tebal menggilas tumpukan hitam mereka
sesekali terputar kusut nun artistik, lucu..

akhirnya kurebahkan tengkuk, ia menjuntai bebas
parasnya hawa nampak temaram sayu
kali ini kupiting bolak - balik
mereka lemah sekarang, aku menang

akhirnya keluar dari ruang petak, bebas
angin menyambut girang menyelinap disela rongga terasa
semakin asik mengucek kadang kaca jendela turut jadi korban
mesem tak karuan geli meradang

ya..ya..ya..
gagah juga!

terimakasih bang gondrong..

gelap

oleh Fachri MahaYupa pada 5 Agustus 2011 pukul 21:40 ·
GELAP

kusungsung gelap dalam harmoni pagi
diantara reremputan kembang sayu di pelupuk mata
larapun deras menerpa batuan karang jingga
sesekali menengok asa,
tentang karsa yang tak lagi berasa
kulibaskan gendera mendera pawai
terhimpit sempit menatap selempit intip

dimana andai memuai lindu
dimana harap memuja pantat
dimana doa yang tak kunjung mendaratl

kini masih kusungsung gelap itu,
sampai kapan?
pertanyaan bodoh melahirkan jawaban bodoh

gelap.

kopi

oleh Fachri MahaYupa pada 5 Agustus 2011 pukul 18:51 ·
sekotak kurma premium disamping kiri
sebuah handpone klasik disamping kanan
dikiri ada lagi remote Tv bermerek super, tak lupa sebotol air putih
dikanan juga ada naskah entah apa, lupa! ada uang tiga ribu dibawah gantungan panda

depan laptop mungil
belakang kasur tingkat dua
kabel tak karuan menggupal liar, gitar custom tua yang rindu dipetik
lemari dengan ratusan buku- buku tertata rapi,baju bergantung tak tahu tempat

IDIOT!!!!!

apa lagi!? masih ada! ada pasti! pasti ada!
kucing, kupu - kupu, kodok, semut, binatang!

Sial, aku lupa kopi!

kopi? hemmm..........

dangdut

oleh Fachri MahaYupa pada 5 Agustus 2011 pukul 18:37 ·

surga itu tak bergeming saat paruh, dangdut
tersiram jejak kuda pacuan lintas di sebuah gang kecil
kudelik bola keluar nanah mewangi, hasut
pelan mengukir syahdu luruh

diatas reruntuhan limbah ku dendang sebuah lagu dangdut, puncak
ku angkat serpihan rasa menggoyang seluruh dahaga
maju mundur kanan kiri atas bawah, lepas
kemudian merunduk lesu menggapai tanah basah menggumpal raga

terimakasih, dangdut

dongeng

oleh Fachri MahaYupa pada 4 Agustus 2011 pukul 18:34 ·

senja kelabu menuai asa yang semu
otak tersentak hati tersedak pil buah neraka
terambung menghilir ku terangai dalam hening buta
sejenak luruh membatu muncrat dalam telaga ranum memerah

cukup..hentikan!

kini dongeng menjelma pudar lantah
aku tegak didepan kau yang tersayang, meminta restu..
untuk pergi dan pasti kembali
tunggu, kan kupeluk kau bersama bintang yang akan kubawa!

senyum..hening..memudar..



Kamis, 26 April 2012

puasa - puisi kawan


Tang
oleh Fachri MahaYupa pada 20 Maret 2012 pukul 2:04 ·

kepada sayang yang jauh diepan mata
terhatur warna jomplang yang kian lepas kendali
ia berantakan ngalor -ngidul mengisi kekosongan rindu
ujar terkekang ingin merasa lagi perahu layar

"sebrang depan masih panjang
haluan kian terbentang
nahkoda siap menantang
bahaya pun siap menjelang
mati kemudian hidup kembali.."

"hebat bukan? ajaib bin mustahil
kaki masih terpampang
tangan siap menantang
tujuan telah terlentang
melintang menjamah seluruh rasa yang bilangnya kerontang"

sudah mau siang katanya
aku punya tang, masih punya?

Sip!
tidak boleh lambat datang
ayo lanjut bertukang...

untuk anak - anak

oleh Fachri MahaYupa pada 17 Oktober 2011 pukul 2:00 ·
wahai anak - anak ku..
ayah belum bisa mengambilkan bulan malam ini
karena ayah belum bisa terbang tinggi kesana
tinggi kesana itu jauh sekali
tapi ayah punya coklat manis untuk kalian....

wahai anak - anak ku..
ayah juga belum bisa ambilkan bintang malam ini
karena bintang lebih jauh daripada bulan
jangan sedih sayang
ayah punya kue bintang untuk kalian, pandai..

wahai anak - anak ku
lagi - lagi ayah pun belum bisa pelukan matahari untuk kalian
sungguh kalau saja kalian tahu
ayah bisa terbakar mati dan tak akan pulang lagi untuk kalian
sudah jangan cemberut nanti sore ayah akan bawa kalian melihat ia terbenam dipantai sana
tidak mau? tentu ayah tak lupa ice crime buat kalian

wahai anak - anak ku
walaupun langit lebih dekat dari bulan, bintang dan matahari
ayah tak sanggup membungkusnya untuk kalian
dia luas terbentang, bahkan ada 7 langit jika kalian tahu
lihatlah langit menangis sekarang karena ketidakberdayaan ayah kalian
ayah hanya punya sebuah permen gula, ambil dan bagilah! jangan lihat kemari..

wahai anak - anak ku
maafkanlah ayah kalian ini
ayah berjanji tidak akan berjanji lagi pada kalian
sudah cukup!

berlarilah sekencang kalian!
terbanglah setinggi yang kalian mau, gapai apa yang belum ayah capai
kelak kalian akan melangkah sendiri dengan gagah berani melawan dunia

namun, ingat satu pesan ayah,
jangan sekali - kali kalian berjanji
namun tepatilah apa yang terlintas dibenak kalian
karena ayah sudah jera dan tak ingin lagi berjanji...

ayah bawa film kesukaan kalian
kemarilah disamping ayah, mari kita tonton..
 kamu kenapa disitu? disana banyak hantu kalau kamu diam sendiri seperti itu
sini..! masih banyak tempat kosong..
eh, kamu geser sedikit..

wahai anak - anak ku bolehkah ayah tersenyum walau sedikit..
terimakasih

Di depan sana kawan
oleh Fachri MahaYupa pada 17 Oktober 2011 pukul 1:20 ·

kian merah menyalak terpanggang bara
bombardirlah dengan rudal terbesar
biarkan luka itu menjadi besar dan bernanah
biarkan kami rasakan perih tak terbalas
biarkan deras hujaman menusuk palung yang tak lagi tersentuh

hari kian habis
waktu terus merenggut
nyawa semakin tipis
kertaspun layu tergores pena merah

inilah saat yang tepat
bosan kami berdiam
pukul pantat kami yang manja
perlu sediakan ember penuh air

siram kami, bangunkan kami
mata ini juga ingin tak tidur
tubuh ini juga ingin mati rasa
telinga ini pun ingi berhenti mendengar keluh

ajak kami keneraka firdaus kalian
biarkan kami ikut andil dalm imaji tanpa batas
kami datang bukan untuk mati
hidup kemudian menjadi langkah

aaah...
akhirnya kumendengar, kumelihat, kurasakan panggilan
hangat tentramkan luka dan kepalsuan
temaramkan jiwa laksana perang
dewa pun bisa kita gulingkan

didepan nafas - nafas yang kian menderu
kupanjatkan sesongsong kata berisi makna usang tak lelah
kita akan telan sahara dan bakar antartika

di depan sana kawan
disana
di depan kawan
ya, kawan..
di depan sana..

Level Tiga Meter diatas Panggung
Karya : Fachri Mahayupa
Level satu meter..
Diam menerawang caur titik fokus
Sembari belah perlahan, rasa nano – nano..
Kembali nol, merekam video enam warna
Kadang coklat, elus jemari menghantar sanubari cerita
Bisa saja obat direnguk tubuh, cuka darah..
Belajar,

Level dua meter..
Liar tunjuk langit hingga antero semesta
Menuahkan buku penuh tepat diatas satu titik, mencoba..
Kembali kecap asin – manis dijalan rindang
Kelak kelok semai pun tiba, menari palu dan tembak..
Nukang,

Level tiga meter..
Masih  tiga bagi empat jalan  finish namun, wajib
Harus seratus tanpa ada bagi, siap
Gesture atas dialog bawah tengah rasa jalan vertikal, harus
Bajak lagi bijak lagi, sulit

Jadi dalam,
Setelahnya Panggung
Penuh rasa luruh cinta ada yakin tiada akhir, kemudian setia

Selamat mencicipi..

Secangkir teh panas,
24 mei 2012