BOOM
Karya : Fachri Mahayupa
Disana
gempa. Disini banjir. Disana gunung meletus. Disini tsunami. Disana badai.
Disini longsor. Disana – sini bencana. Disana – sini tuhan. Mereka menepi. Kemudian muncul suara – suara caur tak karuan
– silih berganti yang biasanya berasal
dari sebuah televisi. Bisa jadi reportase, iklan komersial, bahkan sinetron
kejar tayang. Terang menyinari kubus. seseorang sedang duduk sambil menghisap
sebuah rokok.
Pembawa
berita
Loh?
Apa – apaan ini? Kenapa dinyalakan? Ini belum waktunya. Coba lihat jam yang
dipantat kalian! Masih ada waktu semenit lagi. Barangkali masih sempat
kuhabiskan sebatang rokok ini. Tinggal sedikit. Coba lihat. Maunya enak saja!
Ratting – ratting – ratting melulu. Dasar pantat kebo! Saya profesional bos. Putra
nababal presenter berita terpopuler di abad milenium ini! Kalau bukan saya yang
disini. Ini TV biar kata bikinnya pakai emas juga gak bakalan ditonton orang,
gundul! Catat! [melihat rokok ditangannya] sial! Gara – gara kalian ini! Dasar
bajigur tengik. Sudahlah. Dasi! Jas! Sisir! Parfum! [beberapa orang bisa muncul
membantu].
Disisi
lain seorang tersentak bangun dari tidurnya tak seperti biasanya...
Bapak
nomor 1
Kalau
hal itu benar – benar terjadi. Bisa gawat! Aku belum siap. [dering telepon]
pasti Pak dua. Halo..halo..halo... suara bapak tidak terdengar. Halo..halo...
Bapak
nomor 2
[datang
menghampiri] ya jelas saja tidak terdengar bapak... yang ditelinga ditaruh
dimulut. Yang dimulut ditaruh ditelinga. Jangan – jangan yang depan pindah
kebelakang lagi? sudahlah..Saya tahu bapak pasti baru bangun tidur,kan?
Bermimpi buruk. Ketakutan bukan kepalang.
Bapak
nomor 1
Kok
kamu bisa tahu?
Bapak
nomor 2
Karena
bapak mebangunkan hatiku, memimpi burukkan hatiku dan menakutkan bukan kepalang
hatiku.
Bapak
nomor 1
Wah,
kamu hebat ternyata...
Bapak
nomor 2
Saya
lihat dari sebelah sana bapak!!!! Sebagai orang nomor satu seharusnya bapak
tidak boleh seperti itu. Anda seharusnya tenang, santai, stay cool. Tidak grasa
– grusu seperti tadi, itu bisa menyebabkan citra yang selama ini kita bangun
akan runtuh. Untung hanya saya yang melihat kalau orang – orang diluar sana
tahu, mau taruh muka dimana kita pak? Masa dipantat, Tidak bukan? Tapi bapak
harus berhati – hati, sekarang tengah berkembang hacker hero – hacker hero tak
bermoral yang dapat menembus sitem keamanan kita. sehingga setiap apa yang
bapak lakukan, mereka dapat melihat sekalipun bapak telanjang. Buktinya tengah
beredar kabar bahwa punya bapak miring 25 derajad kekanan, bukan? Hal ini
beberapa kali menjadi tranding topic bahkan menembus pembicaraaan worl wide
dunia.
Bapak
nomor 1
Sialan!
Kalau begitu tak bisa dibiarkan. Cepat cari semua virus itu. Kumpulkan lalu
kasih dia uang untuk membuka usaha nasi goreng, bakso, nasi kuning atau apa
sajalah. Tapi, Kalau mereka tidak mau. langsung tembak ditempat. Jangan beri
ampun! Tenang, nanti akan saya buatkan surat sakti atasnya. Keluarga yang
ditinggalkan akan kita beri ucapan bela sungkawa. Jikalau ada keluarganya
berkelamin betina diatas 17 tahun dan dibawah 35 tahun. Berparas cantik. Body
aduhay. Sexi. Rajin beribadah segera angkut dan pelihara, Kamu mengerti! Tunggu
sebentar, sepertinya kamu lupa! Kamu tadi menelpon saya.
Bapak
nomor 2
Astaga!!
Maafkan saya bapak, saya lupa karena terbawa suasana. Saya kembali dulu. [out
stage] berbahaya bapak! Keadaan diluar sangat parah! Bencana dimana – dimana.
Disebelah barat angin puting beliung, dikawasan timur banjir bandang, ditengah
– tengah gunung meletus. Bahkan ratusan pulau perlahan mulai tenggelam. Orang –
orang banyak bertingkah aneh. Rumah sakit jiwa kedatangan pasien lebih banyak
500 persen dari tahun sebelumnya. Ditambah lagi para pegawainya juga ikut –
ikutan gila. Ini pertanda bapak! Pertanda bahwasanya apa yang dikatakan
paranormal dan film itu benar. SEBENTAR LAGI KIAMAT AKAN TIBA!!! Semuanya akan
porak poranda. Kita semua akan mati. Saya mau mengundurkan diri bapak. Saya mau
bertaubat. Saya mau bersedekah. Beribadah. kalau perlu saya akan menyembah lima
tuhan agar diselamatkan, atau paling tidak, mati masuk surga. Pokoknya saya
akan mengadu dengan tulus bahwasanya bapaklah yang mengajak saya korupsi! Saya
mau karena diajak saja, ditambah bapak memaksa. Apa boleh buat. Saya tidak mau
masuk neraka bapak! Katanya neraka itu pedih. Kalau bapak tidak percaya
silahkan lihat semua berita ditelivisi.
Bapak
nomor 1
Tunggu
pak, jangan tinggalkan saya [tut...tut..tut...tut] sialan! Mana remote TV.
[menyalakan TV]
Pembawa
berita
Selamat
pagi. Senang kembali berjumpa dengan anda. Kita awali kabar kini dengan topik
bulan ini. Sejak sebulan terakhir terjadi bencana dimana – mana. Diduga bencana
– bencana tersebut bermunculan karena adanya kerusakan pada bumi disemua lini,
yang disebabkan oleh eksploitasi maruk ala manusia. Seperti terjadinya
pergeseran lempeng bumi yang menghasilkan gempa dan gunung meletus. Tipisnya
laisan ozon sehingga es di kutub mulai mencair. Bahkan lapisan atmosphire bumi
yang kian habis sehingga komet atau batu asteroid dapat terjun bebas kebumi.
Adapun laporan langsung akan kami tayangkan melalui koresponden kami dibeberapa
wilayah kejadian bencana.
Masuk
beberapa orang terdiri dari reporter dan cameramen beserta crew disisi lain
panggung.
pembawa
berita
halo
koresponden 1 bisa dengar suara saya?
Koresponden
1
Eh...
mohon maaf disini tidak bisa terdengar jelas dikarenakan badai semakin besar.
Dilaporkan saat ini kami tengah berada didekat tornado terbesar yang belum pernah
saya lihat. Kekuatan angin ini diperkirakan telah merobohkan banyak rumah –
rumah penduduk sekitar. [menyamping] eh kalian! Lebih kencang kipasnya! Putar
yang disana! Berita ini harus bagus bagaimanapun caranya. Maaf mungkin tadi ada
sedikit gangguan. Kami lanjutkan laporan. Saudara nababal bisa mendengar suara
kami? Saudara...nababal...saudara..saudara..nababal...Saudara angin bertambah
kencang. Kami terbawa angin tersebut! Kami mati putra nababal. Sekian laporan
kami.....................................sssszzszsdfegrty......................
Pembawa
berita
Koresponden
1........ kami turut berbela sungkawa atas kejadian tersebut. Semoga amal dan
ibadah serta ratting acara ini bisa terus naik..naik..naik.. kesisinya.. amiin.
Kembali lagi kita akan berbincang kepada koresponden kami yang kedua.
Koresponden 2 apakah anda bisa mendengar suara saya?
Koresponden
2
Tentu
saja bisa saudara nababal.
Pembawa
berita
Bagus..bagus...
coba ceritakan apa yang terjadi dilapangan. Silahkan...
Koresponden
2
Saya
dan tim sedang berada dipusat kota yang terkena gempa. Saat ini bisa anda
rasakan getaran gempa mencapai 12,7 skala richter. Orang – orang tengah
berlarian mencari tanah lapang untuk selamat dari gempa. Namun apa yang
terjadi... ahhh... salah satu bangunan
yang saya perkirakan itu kelab malam rubuh saudara nababal. Hebat.. padahal
masih banyak orang didalamnya. Ah.. yang disana rumah bordir... jangan itu! Itu
lokalisasi langganaan..yah..yah...Disana trade center, ooh.. tidak gedung
putih, jangan..jangan...... istana runtuh saudara... keadaaan makin tidak
terkendali semua bangunan yang ada didepan kami runtuh... tanpa tersisa...
AWASSSSS!!!! Lapor saudara nababal saya masih hidup, hanya tertimpa bangunan
monorel yang dari tahun – tahun kemarin belum jadi...
sekian.......................................................sdhdrefirefirhvjfhvf........................
Pembawa
berita
Koresponden
dua....koresponden dua...sepertinya hubungan kita terputus. Nanti kita akan
kembali menyambungkan namun sementara itu kita akan tersambung dengan
koresponden 3.. koresponden 3 apakah kita tersambung?
Koreponden
3
Blup..blup..blup..blup..blup..bblblblpblpbulpubpbpbubpublup...lapor
saudara nababal..blup..blup.. kami tengah berada dilokasi tsunami
besar...blup..blup.. saya
tidak...blup..blup..maaf..tapi..blup..blup....
Pembawa
berita
Koresponden
3 apakah baik – baik saja...
Kameramen
Bung
nababan, koresponden 3 terseret tsunami. Ia masih melambaikan tangan. Beroutar
– putar dan....... ia tidak timbul kembali. Keadaan darurat, laporan berita akan
saya ambil alih. Tapi sebelumnya, mamah anakmu masuk TV mamah. Terimakasih
mamah berkat kau anakmu ini bisa sukses masuk TV. Ini berkat kamu mamah. Setiap
hari mamah kerja banting tulang. Memeras keringat tanpa lelah. Semuanya demi
menyekolahkan anakmu ini lebih tinggi. Sekarang lihatlah mamah, evan sudah gede
sudah bisa cari uang sendiri, masuk TV lagi. Oh iya mah.. jangan lupa pesan
evan, daunnya habis dipetik langsung dikeringkan cepat – cepat biar kualitasnya
bagus. Pasti mahasiswa senang deh. kalau evan pulang mamah harus sehat ya. Jangan
ikut – ikutan pakai daunnya. Salam buat papa yang dikubur. Kayaknya bentar lagi
mau nyusul nih..I love you mom......................ssssssssssfffffffffffrgfgfvgbyjt.............................
pembawa
berita
halo......halo.....korespon
[TV mati]
bapak
nomor 1
gila..gila..gila...edaaan!
tinggal menunggu waktu kalau begini caranya. [telepon berdering berulang –
ulang] Semuanya akan hilang. Harley ku, porsche merah, batubaraku, minyakku,
gas, emas, partai, rakyatku, negaraku, kawan, istri - istriku, jagoanku no. 1 “moly” tidakk...........!!!! dia kucing
kesayanganku. Tuhan, tolong...tolong hambamu ini tuhan! [berfikir menyusun
perencanaan] ya, inilah satu – satunya jalan.. Aku harus bertemu dengan tuhan
secepatnya mumpung masih ada waktu. Tapi bagaimana? Aha, pemuka agama.. tapi
agama yang mana ya? [mengangkat tangan kanan dan mebuka 5 jarinya] yang mana,
yang kupilih! Oke, dapat! Yang ini saja. sepertinya hanya ulama yang
kemungkinan bisa mempertemukanku dengan tuhan.. TV! [mencari remote TV, dan
mencari chanel agama]
pembawa
berita
ganti
iklan
1
ganti
iklan
2
ganti
iklan3
ganti
pembawa
berita
salam...
kembali disiaran dakwah menuju tuhan. Kita sudah bersama ustadz kondang yang
tidak mungkin kita tak kenal. Beliau adalah alim ulama yang total acara
ditelivisi mencapai 10 produksi, dan telah membintangi puluhan iklan produk di
pertelevisian bangsa ini. Beliau adalah sang ahli surga karena memiliki umat
terbanyak mengalahkan pesaingnya yang terlebih dahulu memiliki sejuta umat dan
mencetak rekor ulama terbanyak tampil di TV. Ini dia UI ustadz Imbron daun
salam. Salam apa saja UI, Bagaimana tanggapannya UI terhadap kiamat yang diramalkan
akan jatuh pada tanggal 13 bulan 13 nanti?
UI
Sebenarnya
orang yang mempercayai ramalan itu termasuk orang – orang yang sirik. Orang –
orang yang sirik adalah orang yang ingkar kepada tuhan. Janganlah kita termasuk
golongan tersebut karena sesungguhnya azab tuhan menanti didepannya.
Pembawa
berita
Lantas
bagaimana dengan mereka yang seperti ini, UI. coba kita saksikan tayangan
berikut ini..[orang – orang berbondong – bondong kekantor KUA untuk memeluk kesemua
agama yang ada]
Reporter1
Permisi
bapak, bisa berikan kami penjelasan. Mengapa bapak meyakini seluruh agama yang
ada sekarang?
Bapak
nomor2
Namanya
saja usaha mbak. kalaupun kiamat datang
dan saya mati, saya hanya kepingin masuk surga. Maka dari itu supaya aman, saya
anut semua agama. Dengan harapan bisa nyangkut nantinya. Saya takut masuk
neraka mbak. [menangis]
UI
Sungguh
tuhan maha pengampun, tuhan menyukai orang – orang yang ber ikhtiar untuk dekat
dengannya. Tapi gak kayak gitu juga kali. Itu sama saja mempermainkan agama dan
tuhan! Semoga anda.. anda dan anda semua tidak termasuk golongan seperti itu. Kapanpun kiamat itu datang sebagai umat
beragama kita harus siap dan beriman terhadap keyakinan kita masing - masing.
Oleh karena itu, beribadahlah seperti saya, bersedekahlah seperti saya,
peliharalah anak yatim seperti saya, dirikanlah rumah ibadah seperti saya,
berlombalah melakukan kebaikan seperti saya, dan berlombalah mendekatkan diri
pada tuhan seperti saya.
Bapak
nomor 1
Stop
tunggu! Tadi dia bilang dekat dengan tuhan. [berfikir] pasti dia bisa.
[menghampiri TV]
Pembawa
berita
Bapak
memanggil saya? Bukan? Oh.. beliau
Bapak
nomor 1
Bapak
ulama terpandang dan tersohor. Ikutlah dengan saya, saya adalah bapak no. 1
bangsa ini. aku ada perlu. Penting sekali!
UI
Permisi
bapak nababalius. Karena sepertinya, ada saudara kita yang sedang membutuhkan
pertolongan maka saya pamit permisi dari sini. Ingat! Karena saya ahli surga
dunia wal akherat. Salam.
Pembawa
berita
Tapi
pak, acaranya belum selesai. Bapak UI, bapak sudah dibayar mahal loo........
Bapak
nomor 1
[mematikan
TV] ternyata UI memang tahu umat mana yang tengah membutuhkan pertolongan.
Sebagai imbalan yang pertama nanti akan saya beri 1 juta secara Cuma – Cuma untuk
UI.
UI
Satu
juta? [menyamping] lebih baik saya disana. Permisi bapak assalam...
Bapak
no 1
[memotong]Tunggu...
baiklah 5 juta, saya akan beri 5 juta untuk yang pertama. 50 juta untuk yang
kedua. 500 juta untuk yang ketiga.dan 5 ribu kalau bapak bisa menyelamatkan
saya.
UI
[berfikir]
Ikhlas? Benar ya ikhlas? Redaksi “beri” tolong diganti dengan sedekah ya pak. Sedekah
untuk para anak yatim dan kaum dhuafa peliharaan saya. Langsung saja, apa yang
dapat saya bantu? Sepertinya bapak resah dan gelisah. Bapak pasti jarang
beribadah. Jarang bersedekah. Benar apa iya?
Bapak
no 1
Iya UI,
luar biasa anda memang ulama 1,5 juta umat.
UI
Oh...
jangan berkata seperti itu. Nanti kalau didengar banyak orang. Jatuhnya jadi
sombong dan ria. Saya bukan tipikal orang yang suka menyombongkan diri. Karena
kesombongan hanya pantas dimiliki tuhan. Lagi pula, itu hanya gelar dimata
orang – orang. Sesungguhnya dimata tuhan kita makhluk yang sederajad. Langsung
saja, ada apa gerangan?
Bapak
no 1
Begini
UI, saya ingin bertemu tuhan.
UI
Apa?
Bapak
nomor 1
saya
ingin melakukan negoisasi
UI
Apa??
mengundurkan jadwal kiamat.
Ui
Apa?!?
Bapak
no 1
Tolonglah
saya UI, saya mohon. Ini atas nama bangsa yang belum siap jika kiamat memang
benar – benar terjadi nanti.
UI
Anda
gila bapak! Gila. Itu sungguh gila.
Bapak
nomor 1
Kok
gila?! Tapi, Bisa kan? Akan saya bayar berapapun anda mau UI. Percayalah.
UI
Kalaupun
anda bertemu dengan tuhan anda mau negoisasi seperti apa?! Tuhan tidak menyukai
uangmu, kekuasaanmu, kekayaanmu.
Bapak
no 1
[marah]
Itu urusan saya UI, yang terpenting temukan saja dulu aku dengan tuhan.
UI
Sungguh
kalaupun tuhan mempunyai kuku, melihat kotorannya pun anda sama sekali tidak
pantas.
Bapak
no 1
Sialan!!
[memanggil] bapak no.3 cepat kemari.
Bapak
no 3
Siap
melaksanakan tugas!
Bapak
no 1
Tembak
dia sekarang, seharusnya dia sudah mati dari tadi.
Bapak
no 3
apa
kesalahan bapak ini?
Bapak
no.1
Tidak
ada
Bapak
no.3
Berarti
beliau tidak bersalah. Tidak perlu ditembak. Saya kira dia teroris.
Bapak
no. 1
Dia
sudah membuat saya marah besar!!! Eksekusi sekarang!!!
Bapak
no. 3
Tapi beliau termasuk warga sipil yang
dilindungi.
Bapak
no 1
Dasar
aparat keparat! Tembak sekarang juga! atau kau mau kujadikan hansip seumur
hidupmu? Tenang saja, Akan ku urus surat sakti dan ucapan bela sungkawa.
Bapak
no 3
Baiklah,
silahkan bapak tembak sendiri. Saya sudah tidak sanggup bapak no 1. Sudah
banyak mayat tanpa nama yang kubuang. Sudah lebih dari cukup, biarlah jika
besok hari itu datang dan aku mati. saya siap menerima neraka. Bahkan kalau
bapak mau menembak kepala saya, saya akan bersyukur.
Bapak
no 1
Dasar
tolol. Ini pilihan anda lho, bapak no 3. Yasudah, Pejamkan matanya biar agak sedikit
tidak terasa. Hitungan ke 3 siap. Satu.... [menembak bapak no.3 kemudian
mengarahkan pada UI]
UI
Taubatan
nasuha. Lho? Saya jadi dibunuh? Kan bapak itu sudah mati. [tawakal] Tunggu
sebentar.... [mengeluarkan HP] Ini anak
dan istri saya bapak, kalau saya mati kirimkan mayat saya ke alamat ini. Dan
bilang saja kalau saya mati berjihad dijalan tuhan. Ini rekening tabungan buat
masa depan mereka. Ini hasil dari amplop ke amplop setiap harinya. Syukur –
syukur bapak mau menambahkan saldonya. Hitungan ketiga ya pak. Semoga tuhan
bersama kita..1..2..3 [ia mati]
Bapak
no 1
Wahai
kau yang disebut orang – orang tuhan. Sedikit pun tak ada niat untuk membunuhmu
jika kita bertemu. Sudah kukatakan aku hanya ingin berbicara dengan engkau.
Siapa tahu kita dapat bersenda gurau sambil santai meminum secangkir kopi
hangat tentunya buatan istri – istri saya. Walaupun engkau pasti tahu banyak
tendensi - tendensi yang ada dibelakangnya. Tapikan itu hal yang wajar, engkau
tuhan dan aku manusia ciptaanMu. Wajar aku meminta kepadamu, malah jadi tidak
wajar tiba – tiba engkau menelpon ku dan meminta bantuan. Iya,kan? Iya. Oh,
atau kau masih belum mempercayaiku bahwasanya aku juga orang yang mempercayaimu.
Tunggu sebentar...[menyamping mengangkat telepon] halo bapak no 4, segera
siapkan anggaran sebesar – besarnya namun jangan ambil alokasi pendididikan.
Kita talang dari alokasi bidang kesenian saja. Pendidikan tengah berkembang
maju akhir – akhir ini, kesenian dari jaman arifin, rendra, nano, putu wijaya
hingga mahayupa semua NOL. Tidak dapat menyumbangkan apa-apa untuk kita.
Bapak
no. 4
Dengan
senang hati bapak kami yang tercinta. Soal putar – memutar anggaran memang
masuk dalam kualifikasi saya. Kendaraan sudah siap bapak. Rencana pembangunan
masjid, gereja, pure, wihara, dan klentong pun Sudah dianggarkan. Setelah
didata dengan cara quick count jumlah anak yatim dan kaum dhuafa kurang lebih
50 % dari jumlah penduduk bangsa ini. Proyek untuk membangun panti – panti dan
sedekah juga sudah dipatenkan. Serta anggaran melakukan amal kebaikan sebanyak
– banyak telah terpostkan dengan matang.
Bapak
no 1
Bagus..
kau memang bapak yang paling setia.
turun
dan berjalan dengan kendaraan bersama bapak no. 4, melintasi proyek amal menuju
tuhan. Terkadang singgah dan kemudian berjalan lagi.
bapak
no. 4
Bla..bla..bla..bkdkdnsncdcbd.ffrkvjoievvc...[menerangkan
apa saja kepada bapak no. 1]
Bapak
no. 1
Iya
bapak no. 4, sudah cukup! [berbalik] oi..engkau yang dibilang orang - tuhan,
lihat disana betapa mulianya hambamu ini sebagai makhluk ciptaan Mu. Ribuan
masjid sudah kubangun. Panti asuhan. Santunan pesantren. Fakir miskin. Bahkan
pengamen jalanan yang penuh sesak itu juga kedapatan bagian. Semua yang
membutuhkan tanpa pamrih dan pilih – pilih kuberikan royal. Sudah cukup, bukan?
[petir menyambar] astaga masa belum cukup semua bayaran ini? Aku hanya ingin
bertemu dengan Mu.
Bapak
no. 4
Kalau
menurut hemat saya. Sekarang ribuan bahkan berjuta – juta orang tengah berlomba
untuk berbuat amal baik. Wajar jika tuhan itu masih belum membukakan pintu
negoisasinya kepada bapak. Menurut hemat saya,
Sebagai bapak no. 1 bapak harus terlihat sesuai dengan nama bapak dimata
tuhan. Bapak tidak boleh menjadi nomor yang kesekian, dalam golongan orang –
orang yang beramal baik.
Bapak
no. 1
Aku
tahu maksudmu. [berbisik kemudian tertawa bersama] kamu memang ular yang cerdas
bapak no.4. tapi bagaimana cara instan untuk mewujudkan rencana tersebut.
Bapak
no. 4
jangan
khawatir, kalau caranya sudah saya pikirkan setengah masak. Kita hanya perlu
MEDIA. Senjata ampuh pemusnah massal yang telah kita kembangkan selama ini TE –
LE – VI – SI !!! mau tv nasional atau swasta bapak? Dari daftar kesemua stasiun
TV ini milik bapak seluruhnya.
Bapak
no. 1
Swasta
saja bapak no. 4. Boro – boro ditonton orang kalu TV nasional, acara TV yang
gak bermutu dan beranggaran kecil pula.
Bapak
no. 4
Baiklah
bapak. Kita berangkat.
Mereka
menuju stasiun televisi dengan membawa segala kepentingan yang
dibutuhkan.televisi kotak itu pun kembali hidup.
Pembawa
berita
Headline
news saat ini. Dilaporkan telah dilaksanakannya mega proyek besar menuju tuhan.
Yang Diprakarsai oleh bapak no. 1 baru
baru ini.
Bapak
no. 1
Tolong
anda minggir sejenak [kepada pembawa berita]. Seluruh jadwal on air disini
sudah saya beli.
Pembawa
berita
Tidak
bisa, saya adalah Putra nababal presenter berita terpopuler di abad milenium
ini! Saya memiliki hak sebanyak 80 % dalam hal siar – menyiar. Walaupun bapak
adalah bapak no. 1, bapak harus mengadakan kesepakatan dengan saya terlebih
dahulu. Karena... [berbicara panjang lebar]
Bapak
no. 4
Tembak
saja, kita sudah tidak lagi memerlukan banyak orang yang pandai berkata – kata.
Karena bisa jadi repot dikemudian hari bapak. [bapak no. 1 menembak putra nababal]
Crew
Astaga
bapak?? Kenapa bapak tembak presenter kami? Tadi dalam keadaan on the record.
Bapak
no. 1
Apa?????
On the record katamu?!? Cepat of the record, matikan dulu! Matikan!
Crew
Tidak
bisa bapak. Presenter kami memiliki automatic recorder disetiap acaranya.
Pertunjukan ini masih berjalan. Dan puji tuhan, ratting kita naik hingga 100 %. Seluruh orang – orang tengah menonton
keadan ini.
Bapak
no. 1
Bapak
no. 4 bagaimana ini? Jangan diam saja!
[mengambil mayat nababal dan memainkannya seperti boneka susan] saya nababal.
Saya masih hidup. Saya adalah presenter terbaik di abad milenium ini.
Bapak
no. 4
Tenang
bapak no. 1. Kejadian ini sesuai dengan apa yang sudah saya rencanakan. Untuk
menarik seluruh perhatian masyarakat harus diperlukan taktik dan starategi yang
jitu KON – TRO – VER – SIAL. [menyuruh pasukan keamanan masuk, berbaris
dibelakang keduanya] dengan tambahan kekuatan pasukan keamanan rencana kita
akan sukses bapak. Kita akan menguasai ketakutan rakyat. Prakira saya akan
sukses sekitar 120 %. Silahkan bapak kini giliran bapak untuk beraksi.
Bapak
no. 1
Terimakasih
bapak no. 4 kerjamu sungguh luar biasa. [bisa saja sejumlah crew masuk
mendandani dengan kumis khas mendiang hittler] sebenarnya saya bukan aktor
antagonis yang hebat, namun apa boleh buat. Ini hanya untuk Mu TUHAN. Sebentar,
[mengahmpiri] Bapak no. 4 saya bukan ahli retrorika yang hebat, setiap
berpidato saya selalu membaca naskah.
Bapak
no. 4
Tenang
bapak no. 1 segalanya sudah saya perhitungkan. Ini dia naskahnya. Saya akan mengarahkan
bapak dari sisi luar. Oke bapak no. 1 siap, bahu agak diangkat sedikit. Dada
busung. Tahan....tahan.. dagu agak diangkat. Coba tes vokal. Lebih berat lagi
sedikit........sdf...efhui..erbfu.igec er..ierg.f.erf....ie..rfire...[layaknya
sutradara teater] ACTION!
Bapak
no. 1
Kepada
seluruh wargaku yang tercinta. Atas nama bangsa ku proklamirkan keinginanku
untuk bertemu tuhan. Dalam keinginan yang murni tersebut guna menegoisasikan
kembali hasil keputusannya mengenai perencanaan jadwal kiamat yang akan
dilaksanakan besok hari. Sekali lagi atas nama bangsa dan mendukung keinginan
saya selaku bapak . no 1. Dengan ini saya melarang setiap orang untuk berbuat
amal kebaikan. Beribadah. Namun tetap saya perbolehkan untuk berdoa, namun isi
dalam doa saudara – saudara sebagaimana mestinya hanya mendoakan saya. selama
proses perencanaan saya bertemu dengan tuhan. Kalian cukup diam dirumah tanpa
melakukan apa- apa. Pasrahkan semuanya kepada bapak no. 1 yaitu saya. Kalau ada
yang melanggar orang – orang dibelakang saya , tak segan mengeluarkan
selongsong peluru yang bisa saja menembus kepala saudara tanpa permisi. Contoh
: [menyuruh 2 orang pasukan maju kedepan, dan memberi intruksi kepada salah satu
untuk berdoa dan memberi intruksi kepada lainnya untuk menembak] baik sekian
yang dapat saya sampaikan. Semoga disurga dapat melihat tayangan ini. Kurang –
lebihnya saya mohon maaf. Bila ada kata – kata ataupun sikap saya yang keliru.
Karena saya juga manusia yang tak luput dari kesalahan. SALAM SUPER.
Bapak
No. 4
Luar
biasa! Incridible! Amazing! Oh, god! What the holly crab! Itu bagus bang get!
Saya yakin seluruh orang yang menonton dan mendengar tadi. Akan tercuci
otaknya, kemudian langkah bapak untuk bertemu tuhan tinggal sedikit lagi.
Bapak
no. 1
Lihatlah
engkau yang sering disebut orang – orang
tuhan. Apa lagi yang kau inginkan? Lihatlah, segala doa yang tersampaikan
padamu! hanya akulah, hanya namaku yang ada disetiap doa kepadamu. Aku telah
berhasil memonopoli segala amal kebaikan dan doa dimuka bumi. Tiada yang lain
selain aku. Aku. Tolonglah izinkan aku bertemu denganmu. Kau tak akan
menyesalinya. Aku hanya ingin kau menunda jadwal kiamat mu. [berteriak, mondar
– mandir mecari keberadaan tuhan namun tidak juga menemukannya]
Bapak
no. 1
Sungguh
aku tak akan sanggup melihat anak no. 1 ku satu – satunya yang berwajah imut
dan lucu itu mati. Apalagi ke 99 istriku yang belum merasakan keadilanku
sebagai suaminya. Aku belum sepenuhnya bersih untuk berani kembali kepadamu!
Aku meminta dengan segala hormat dan kerendahan atas nama bangsa yang belum
siap diadakannya hari kiamat Mu.
Bapak
no. 4
Sebagai
orang no. 1. Bapak harus menjaga harkat dan martabat apalagi harga diri
sekalipun kepada tuhan. Anda tidak boleh semurah itu!
Bapak
no. 1
Kalau
kita tidak merengek kemungkinan besar kita tidak akan didengarnya itu yang
sering kulihat dari sinetron - sinetron.
Bapak
no. 4
[semacam
ada sinar terang menyelimuti] Menurut hemat saya, ketika segala usaha
telah kita lakukan namun menemui
kegagalan. kita harus menemukan jalan baru untuk memulainya kembali. Kalau tuhan tidak mau mendengar dan bertemu
dengan bapak. Silahkan bapak mendengar saya dan bertemu saya. Menurut hemat
saya, kemungkinan jalan keselamatan masih terbuka lebar disana.
Bapak
no. 1
[terpukau]
Benarkah? Baiklah. Aku sekarang percaya padamu bapak no. 4. Wahai kau tuhan
yang sepertinya jauh disana! [berteriak] Sekedar saran, lain waktu tolong buat
akun facebook atau twitter. Sehingga ketika ada umat mu
yang mau berdiskusi, bisa kau layani!! Biar tidak dikira sombong seperti itu!
Sombong aja dibanggain.[menghela nafas] baiklah bapak no. 4, apa rencana kita
selanjutnya.
Bapak
no. 4
Terimakasih
banyak bapak no. 1. [menelpon seseorang] bapak no. 5 bagaimana perkembangan
proyek mega angkasa kita? Apa sudah siap untuk diluncurkan. Waktu kita mepet,
kemungkinan dalam beberapa jam terakhir seluruh isi bumi akan meledak. Jangan
sia – siakan 70 % anggaran negara yang ku alokasikan tanpa sepengetahuan bapak
no. 1 kepada anda untuk proyek ini. Segera saya ingin bertemu.
Bapak
no.1
Maksudmu?
Anda mengalokasikan dana sebegitu banyak tanpa sepengetahuan saya?? [marah
besar] anda lancang bapak no. 4!!
Bapak
no.4
Tenang
bapak. Didepan bapak ada pintu keselamatan. Didepan sana ada kedamaian yang
abadi. Kita bisa menghirup udara segar sekali lagi. Didunia ini memang banyak
terjadi hal yang tak terduga. Itu hal yang wajar. Itulah juga yang saya
lakukan. Meskipun tanpa sepengetahuan bapak no. 1. Namun semuanya semata – mata
hanya untuk bapak seorang. Sekarang bapak pulang kerumah dengan tersenyum,
jemputlah istri dan anak bapak yang tercinta. Mereka pasti kan menyambut
pahlawan hidup mereka dengan suka cita. Mereka pasti akan bergembira mendengar
kabar bahagia ini. Kita akan hidup sekali lagi bapak, sadarlah! Bangun dari mimpi
dan buaian doa yang indah. Sekarang nyata kita akan menginjak bumi yang kedua.
Selamat jalan bapak, saya menunggu anda.
Bapak
no. 1
[mabuk]
Saya bingung harus menjemput yang mana? Terlalu banyak. Kalau saya hanya boleh
menjemput 1 istri. Jadi 98 istriku yang lainnya akan mati, begitu?
Bapak
no. 4
Ya,
benar sekali bapak. Memang angka 1 adalah angka yang paling mahal. Setiap orang
mendambakan untuk selalu menjadi yang pertama. Jemputlah dia yang pertama diantara
mereka. Maka dia pun menjadi mahal. Jemputlah dengan cinta bapak, selamat jalan
sekali lagi, saya tunggu sekali lagi..
Bapak
no. 1 melayang terbang pelan menuju istananya. Menjemput salah satu istri dan
anaknya. Ia pun sampai di istananya..
Bapak
no. 1
Selamat
bertemu kembali sayang. Apakah benar ini dengan istriku yang ke 99?
Istri
99
Benar
suami pertamaku. Kamu tidak salah masuk kedalam rumah kecil ini. Ada apakah
gerangan? Kelihatannya kau sangat berbahagia sekali.
Bapak
no. 1
Sungguh
tak bisa kutahan bahagia ini. Biarkan raut ini tertumpah penuh hanya untukmu
dan anak kita. Mana si kecil no. 1 jagoanku?
Istri
no. 99
Terimakasih.
Sepertinya ia sedang tidur. Kalau kau mau bertemu, kau mungkin akan menunggu
lama. Seperti biasa, silahkan datang lain kali. Aku tahu kau akan mendatangi 98
istrimu yang lainnya. Itu pun kalau kita dipertemukan kembali.
Bapak.
No 1
Tidak
sayang. Aku akan menunggu ia bangun dari tidurnya. Si kecil no. 1 itu pasti
rindu bertemu dengan bapak no. 1 nya.
Istri
99
Maafkan
istrimu telah salah mengira. Sepertinya akulah kunjungan terakhirmu. Tidak
dapat kuberdusta, bahwasanya aku ingin menjadi wanita pertama yang kau
kunjungi. meskipun aku adalah istri terakhir yang kau sunting, suamiku. Sama
seperti harapan 98 istrimu yang lain. Maaf terlalu besar telah berharap seperti
itu.
Bapak
no. 1
Sudahlah,
jangan terlalu melankolis seperti itu. Kamulah kunujungan pertamaku.
Berbahagialah seperti aku sekarang.
Tiba
– tiba anak no. 1 terbangun dari tidurnya. Dengan polos ia mendatangi ibunya.
Anak
no. 1
Mamah,
aku tadi mimpi indah sekali. Aku ketemu power ranger. Pokoknya mereka berantem
gitu lawan monster gede. [menunjuk bapak no. 1] loh,om ini sapa? Wah...pacar
mamah ya. Kayak yang di film – film itu. Ciye....... tapi kok mirip sama poto
orang yang sering mamah tunjukin ke aku. [berpikir] ah, papah. Iya kan, mah?
Mamah sering manggil om itu papah kalo cerita sama aku.
Istri
no. 99
Sini
sayang, sini mamah peluk dulu jagoan kecil mamah. Tadi yang menang apa? Power
ranger mu menang gak sama monsternya?
Anak
no.1
Awalnya
sih mereka pada nendang, mukul ciat..ciat..ciat.. eh tapi pas monsternya udah
mau kalah. Monsternya berubah jadi gede banget. Jadi kalah deh. Padahal aku
udah teriak – teriak gitu “ayo rangger hitam, ayo power ranger, ayo ranger
merah.....!!!” eh tetap aja kalah. Terus aku nangis deh kencang – kencang.
Sampe kebangun. Aku sedih. Tapi senang sih bisa ketemu mereka. Mereka kasih
tanda tangan gitu mah. Nih, tanda tangannya dibaju. [mencari – cari tapi tidak
ketemu] lo, kok gak ada? Tadi ada disini, mana.... [menagis]
Bapak
no. 1
[mendatangi
anak no. 1] sudah jangan nangis jagoan kecil. [menangis tambah kencang ] Nanti
papah suruh power rangernya kerumah.
Anak
no. 1
Beneran
om?
Istri
no. 99
Eh,
dia itu papah kamu, lain om!
Anak
no. 1
Eh,
iya papah. Tapi kok jelek kayak gini. Gak kaya dipoto itu. Tapi, om.. eh papah.
Mana power rangernya?! [menangis]
Bapak
no. 1
Iya,
sebentar. Papah panggilkan! [mengambil telepon] halo bapak no. 6...!!! cepat
carikan, power ranger!!!
Bapak
no. 6
Tapi
pak, cari dimana??
Bapak
no.1
Pokoknya
saya tidak mau tahu! Sekarang juga bawa mereka kesini! Cepaaaaaaat..!!!
Kemudian
datang bapak no. 6 bersama power ranger. Mereka kemudian bermain bersama anak
no.1. sementara bapak no. 1 sibuk mengangkat telepon. Kemudian menghampiri
istri no. 99
Istri
no. 99
Terimakasih.
Aku belum melihat ia sebahagia sampai seperti ini.
Bapak
no. 1
Simpan
saja terima kasihmu dulu. Cepat kemasi barang – barang kalian berdua. Sebentar
lagi kita berangkat.
Istri
no. 99
Berangkat
kemana? Apa maksudnya?
Bapak
no. 1
Pergi
dari sini sayang. Apa kau mau tinggal ditempat yang sebentar lagi mau hancur
lebur? Ayo cepat! Kita akan meninggalkan bumi bobrok ini! Kita akan menata
ulang kehidupan didunia yang baru. aku
sudah tidak punya banyak waktu lagi.
Istri
no. 99
Asalkan
mati bersama kamu dan anak kita, aku rela.
Bapak
no. 1
[dering
telepon] sudah kukatakan aku tak punya banyak waktu. Segera kemasi barang!
Istri
no. 99
Bagaimana
98 istri kamu? Kau mau meninggalkan mereka mati disini?
Bapak
no. 1
Jangan
membicarakan hal yang tidak penting sama sekali.
Istri
no. 99
Jadi
mereka tidak penting bagi kamu?
Bapak
no. 1
Mereka
tidak penting, yang terpenting adalah kamu dan jagoanku!
Istri
no. 99
Aku
ini istri mu. Dan aku pasti tahu perasaan ke 98 istrimu yang lain. Sekarang
pasti mereka menunggumu, berharap kau datang untuk menjenguknya. Itulah impian
mereka dihari terakhirnya. Dan kau malah mau meninggalkan mereka begitu saja.
Aku sebagai wanita yang pernah kau sunting merasa terluka, bukan karena aku
ingin sok menjadi pahlawan dan memperjuangkan hak – hak mereka. Tapi ini murni
dari perasaanku yang paling dalam sesama wanita.
Bapak
no. 1
Mengapa
kau tidak mengerti juga! Kamu itu istri ku yang paling mahal harganya. Hanya
kamu yang bisa mengandung benihku, dari 98 lainnya! Melahirkan dan
membesarkannya. Lihatlah dia, meskipun sama sekali tidak mirip kepadaku. Dia
tetap anakku no. 1. Apapun yang terjadi kalian harus tetap hidup. Aku
mencintaimu dan anak kita.
Istri
no. 99
Kalau
hanya itu yang membuatmu mencintaiku. Ada yang ingin kusampaikan. Maafkan aku
mas. Dia bukan anakmu.
Bapak
no. 1
Apa
maksudmu!?
Istri
no. 99
Berbulan
– bulan sudah aku menunggumu datang tapi kau sama sekali tidak pernah ada. Aku
ingin memberitahumu sebelum dia kulahirkan. Tapi kau terus sibuk tanpa pernah
menengok kedalam sini. Janin itu bukan benihmu, tapi benih orang lain. Orang
yang dipoto tersebut bukan kamu tapi bapak
no. 2.
Bapak.
No 1
[marah
besar] Dasar istri durhaka kamu! Beraninya kamu mengkhianati cinta orang no. 1.
[menodongkan pistol]
Anak
no. 1
[menghampiri
mamahnya] mamah mereka semua power ranger palsu, masa power ranger kaya gitu.
Loh kok papah jadi kayak monster yang dimimpi aku tadi, sih? [memegang pistol]
ini apa? Ini kayak senjata yang dipake monster itu, pas ngalahin power ranger.
Bapak
no. 1
Setan!
Bapak
no. 1 langsung pergi meninggalkan istri no. 99 dan anak no. 1 nya. Ia pergi kesebuah
ruangan yang dipenuhi orang – orang memakai baju putih dan sebuah roket besar.
Disana menunggu bapak no. 3.
Bapak
no. 4
Kenapa
lama sekali? Waktu keberangkatan roket ini telah kami undur. Sehingga
menyebabkan terjadinya kerusakan kecil. Kabar buruknya roket ini hanya bisa
menampung 1 orang penumpang menuju planet tanpa nama, bapak no. 1.
Bapak
no.1
Astaga!!
Kenapa bisa jadi seperti ini?! Jadi seperti apa sekarang? [berfikir] batalkan
saja keberangkatan ini semua. Aku sudah tak punya daya dan kuasa. Biarlah kita
tenggelam bersama kiamat hari ini.
Bapak
no. 4
Tenang
bapak no. 1 segala kemungkinan terburuk telah saya perhitungkan. Jika roket ini
dapat menerbangkan 1 orang. Orang yang paling pantas terbang dan selamat
bersamanya adalah hanya anda seorang bapak no. 1.
Bapak
no. 1
Tapi
kalian, kalian akan mati. [menghampiri semua orang]
Bapak
no. 4
Biarlah
kami mati bapak no. 1. Kematian kami tidak akan sia – sia. Karena dalam mati
pun kami akan bangga karena berhasil menyelamatkan orang no. 1 di muka bumi
ini. Itu adalah pilihan kami bapak no. 1, biarkan ini menjadi abdi kami yang
terakhir. Terimalah keputusan kami ini. Mari bapak, kita sudah tidak punya
banyak waktu lagi. Sesuai perhitungan dari ramalan kiamat. Hanya tersisa 1 jam
mulai dari sekarang. Mari pak biar kami antarkan.
Bapak
no. 1 tidak dapat berkata – kata lagi. Ia dipakaikan berbagai macam peralatan
antariksa oleh para orang – orang berbaju putih. kemudian dimasukan kedalam
tabung besar.
bapak
no. 1
atas
nama bangsa dan tanah air. Terimakasih. Aku hidup tuhan!!!!
Bapak
no. 4
Selamat
jalan bapak no. 1 . semoga perjalanan anda menyenangkan.
Orang
– orang berpakaian baju putih itu membuat formasi dipimpin oleh bapak no. 3
untuk melepaskan salam terakhir untuk bapak no. 1 . dalam hitungan ketiga,
roket lepas landas. Musik membahana melepas kepergian sang bapak no.1. Panggung
meredup terlihat bayangan roket meluncur keatas dengan gagah.
Bapak
no. 1 [ sound out stage]
Selamat
jalan kawan
Selamat
jalan lawan
Selamat
jalan rakyat
Selamat
jalan istriku tercinta
Selamat
jalan jagoan
Selamat
jalan bumi
Selamat
jalan tuhan
I AM
COMING NEW WORRLLLDDDDD!!!!!
Kemudian
hening...............BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMMMMM!!!! suara ledakan
menggelegar memecah seisi ruang. Orang – orang dibawah kaget dan terpana
melihat pemandangan diatas. Lampu mati. Kemudian tepuk tangan membahana, riuh
rendah sorak sorai kegembiraan. Televisi kubus kembali menyala. Didalamnya
sudah terdapat bapak. No 3 dan presenter
baru putri nababan.
Putri
nababan
Kembali
hadir bersama saya yang baru putri nababan. Disini telah hadir bapak no. 4,
salah satu orang yang menjadi saksi kepergian bapak no. 1 dan sebagai pembaca
wasiat terakhir bapak. No 1. Sebelum lanjut kepada beliau. Perkenankan saya
mewakili segenap crew boom TV mengucapkan “selamat kepada bumi yang tidak jadi
kiamat ” [sorak – sorai penonton riuh rendah] baiklah kembali bersama bapak. No
4. Ini dia hal yang paling kita tunggu, kata – kata terakhir dari sang bapak no.
1. Waktu dan tempat kami persilahkan bapak.
Bapak
no. 4
sebelumnya
saya turut berbela sungkawa atas perginya bapak no. 1 kita. Sungguh
kepergiannya membuat kita kehilangan sosok pemimpin ideal. Mungkin inilah
pengorbanan seorang pemimpin yang akan menjadi legenda seumur hidup. Inilah
kata – kata terakhir yang diamanatkan langsung kepada saya. “kepada rakyatku,
kupersembahkan nyawaku untuk kalian. aku telah bertemu tuhan. Tuhan berkata
kepadaku butuh satu nyawa yang tulus untuk rela berkorban. Nyawa itu adalah
aku, bapak no. 1. Telah kuredakan amarah tuhan. Sekarang, Kutitipkan bumi
sekali lagi untuk generasi mendatang. Jaga ia, bangun ia, cintai dia dan
milikilah ia. Selamat menempuh hidup baru ”
kembali
tepuk tangan haru penonton membahana. Ditengah keriuhan para penonton. Disudut
panggung yang lain.
bapak
no. 4
seandainya
kau tahu. Aku adalah istrimu yang ke 66. Sesuai dengan perhitungan. Menurut
hemat saya, Semua berjalan 1000 % sukses. Selamat jalan bapak hahahahahahaha....
Orang
- orang
[mengarak
bapak no. 4] Hidup presiden kita yang baru... hidup..hidup....!!!!!!!!!
Layar
tutup
GANG,
Selasa, 31 juli 2012
Ruang tengah
02. 47 wita
Fachri mahayupa /
TY – UM – 09187-D15-B / IKUN