SELAMAT DATANG

Kamis, 28 Mei 2015

Straight News dan Feature

Straight News
‘Imaginarium’ Diserbu Ribuan Warga
SAMARINDA – Ribuan warga kota Samarinda memadati gedung KNPI Kota Samarinda pada (3/5) kemarin. Mereka datang memeriahkan acara yang digawang oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi 2012. Menurut pengakuan Ketua Panitia, Hidayana sempat tidak percaya kepada animo masyarakat yang datang. “Alhamdulillah sukses. Ada sekitar tiga ribu orang yang datang,” ujarnya.
            Dibeberkannya, ‘Imajinarium’ digagas untuk memberikan hiburan dan pendidikan bagi warga kota Samarinda dengan cita rasa anak komunikasi. Terdapat berbagai macam perlombaan didalamnya seperti fotografi, akustik band, lomba menggambar, lomba short movie. “Banyak yang udah berpartisipasi, dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum,” tandasnya.     
Cukup dengan merogoh kocek sebesar lima ribu, warga Samarinda sudah bisa menikmati suguhan acara yang menarik. Dari pameran, penampilan seni berbagai komunitas dan band lokal, hingga malam puncak penghargaan rangkaian lomba sebelumnya. “akhirnya kelar juga, seluruh perjuangan kita ditutup dengan manis. Terimakasih teman-teman panitia, dosen dan keluarga besar Ilkom Unmul,” tutup Hidayana.
Acara yang berhasil menyedot banyak perhatian ini, cukup di apresiasi berbagai macam pihak. “Seru banget tadi di dalam, rame banget orang-orang pada datang. Band lokalnya cakep, pamerannya boleh juga. Selamat Ilkom,” tutur salah satu pengunjung, Valen kepada redaksi. (fac)




‘Imaginarum’ Bukan Sekedar Khayalan
Menimbun Rupiah di Simpang Jalan
Oleh Fachri Mahayupa
………….Sore hari di simpang empat Lembuswana menjelang senja, jalanan seperti biasa tengah padat-padatnya dipenuhi kendaraan. Pemandangan yang lumrah terjadi di petang hari kota Samarinda, pasalnya merupakan waktu orang-orang pulang kerja maupun setelah mengenyam pendidikan di kampus atau sekolah. Sekumpulan muda-mudi terlihat hilir dan mudik menenteng kardus, sebagian memainkan alat musik petik dan pukul. Mereka menyambangi satu-persatu masyarakat yang tengah duduk di atas kendaraan mereka sambil menunggu lampu lalu lintas berubah menjadi warna hijau.
Mereka bukan pengamen atau gelandangan, tapi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman. “Permisi, mohon maaf mengganggu perjalanannya,” kata Tisa salah satu Mahasiswa Ilkom Reguler A kepada beberapa pengendara. Bermodal  senyum hangat diiringi musik sederhana, rupiah demi rupiah masuk ke dalam kardus mie instan yang di sulap menjadi tabungan harapan mereka. Momen tersebut biasanya dapat kita lihat saat pukul menunjukan pukul lima sore hingga menjelang adzan maghrib di simpang empat Lembuswana.
Tak jarang terlihat beberapa pengendara yang memberi senyum saja. Bahkan cuek bebek hingga meledek, “Kok Mahasiswa ngamen? Memang kampus tidak beri dana? Rektornya mana?” ungkap salah satu pengendara kepada mereka. Namun hal tersebut ditanggapi dengan santai, sambil mereka berpindah ke pengendara lainnya.
Pastinya timbul pertanyaan di benak kita, mengapa mereka melakukan hal tersebut. Ketua panitia ‘Imaginarium’, Hidayana membeberkan alasan mengapa tim-nya ‘ngamen’ selama beberapa hari belakang. Tak lain karena persoalan pendanaan yang mampet sementara waktu pelaksanaan kegiatan yang semakin mepet. “Kami akan melakukan usaha apapun agar Imaginarium tetap terlaksana, bahkan untuk ngamen di jalan,” akuinya.
Sebanyak 13 hari mereka lalui untuk turun kejalan mengumpulkan pundi-pundi rupiah guna menambal kekurangan finansial. Upaya yang keras kemudian berbuah hal yang manis, tidak sedikit uang yang tergalang mulai dari 400 ribu per hari hingga mencapai satu juta pernah mereka kumpulkan. “Mau bagaimana lagi perhatian dari pihak kampus kurang, proposal keluar juga belum dapat memenuhi kuota anggaran,” tandasnya setengah lelah.
Keinginan kuat disertai usaha yang hebat untuk menjelmakan ‘Imaginarium’ menjadi kenyataan, yang patut diapresiasi. Mereka adalah anak-anak Ilmu Komunikasi angkatan 2012 yang berniat membuat hajatan besar tersebut. “Selain sebagai bukti eksitensi kami, ini juga merupakan pengabdian kepada masyarakat. Imaginarium bukanlah khalayan, tetapi suatu hal yang harus kami wujudkan,” tuturnya.

  
Muhammad Fachri Ramadhani
0902055143
Penulisan Humas